"Tapi saya kira Presiden pasti, Pak Jokowi menerimanya. Ya setidak-tidaknya setelah tanggal 15 supaya tidak menjadi isu politik. Semua begitu. Semua kita lebih tenanglah, semua masing-masing tenang dulu, setelah tanggal 15. Jadi pasti diterimalah itu," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017).
JK menyebut memang memiliki hubungan pribadi dengan SBY karena pernah menjabat wapres pada periode 2004-2009. Namun pertemuan Jokowi dengan SBY tidak bisa ditentukan olehnya secara pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Presiden Jokowi mempersilakan jika SBY ingin bertemu dengannya. Pihak Istana meminta SBY menyebut pihak yang dianggap menghalangi pertemuan dengan Jokowi.
Dalam konferensi pers di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (1/2), SBY menuturkan keinginannya blak-blakan dengan Presiden Jokowi. SBY merasa perlu sama-sama terbuka dengan Jokowi karena banyak isu miring yang diarahkan kepadanya.
"Sayang sekali saya belum berkesempatan bertemu Presiden Jokowi. Kalau bisa bertemu, saya ingin bicara dengan beliau blak-blakan, siapa yang beri info intelijen kepada beliau, aksi 411, menunggangi, pengeboman, dan urusan makar. Saya ingin melakukan klarifikasi secara baik, dengan niat dan tujuan yang baik, supaya tidak menyimpan, baik saya dan Pak Jokowi, prasangka, praduga, perasaan enak-tidak enak, dan saling curiga," tutur SBY. (fiq/fdn)










































