"Silakan berkompetisi. Karena Pilkada adalah kontestasi seperti permainan olahraga yang sering saya sebutkan, mereka adalah lawan bertanding, tapi teman bermain dalam demokrasi," ujar Soni setelah mengunjungi Wali Kota Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat (3/2/2017).
Soni mengibaratkan Pilgub DKI ini seperti permainan catur. Meskipun teman, pemain di hadapannya adalah lawan bertanding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana diketahui, ada tiga pasangan calon yang berlaga. Mereka adalah pasangan nomor urut 1 Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Dalam kesempatan itu, Soni juga menjelaskan soal anugerah demokrasi kepada kelurahan yang mampu mendatangkan banyak pemilih. Ada tiga indikator yang menjadi penilaian yang menentukan berhasil atau tidaknya kelurahan dalam menjalankan demokrasi dalam konteks ini. Pertama adalah tingginya angka partisipasi.
"Kedua, pelanggaran dalam Pilkada di kelurahan tersebut, makin tidak ada pelanggaran makin bagus. Yang ketiga adalah kegembiraan," terang Soni.
Soni juga menjelaskan adanya penghargaan yang akan didapat jika ada kelurahan yang berhasil memenuhi tiga indikator itu. Namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memikirkan lebih lanjut bentuk penghargaannya. (dnu/dnu)











































