Peran aktif perempuan dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik diukur dalam Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)/Gender Empowerment Index (GEM). Menurut Badan Pusat Statistik, indikator ini menunjukkan apakah perempuan dapat memainkan peranan aktif dalam kehidupan ekonomi dan politik.
Dikutip dari data BPS, Jumat (3/2/2017), IDG Indonesia pada tahun 2015 adalah 70,83 persen. Secara umum tren IDG Indonesia meningkat, yakni 70,07% (2012), 70,46% (2013), dan 70,68% (2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2013, persentase IDG meningkat jadi 77,43 persen. Tetapi kemudian mengalami penurunan di tahun 2014 menjadi 71,19 persen. Data terakhir dari BPS menunjukkan IDG tahun 2015 di DKI adalah 71,41 persen.
Jika dilihat per wilayahnya, persentase IDG terendah di DKI berada di Kepulauan Seribu, yakni 57,06% (2015). Tren IDG di Kepulauan Seribu menurun sejak tahun 2012.
Sementara itu, IDG tertinggi tahun 2015 di DKI Jakarta terdapat di wilayah Jakarta Pusat sebesar 72,93%. Meski di atas rata-rata nasional, wilayah ini pernah mencapai 79,21% pada tahun 2013.
Tentunya ini menjadi tugas bagi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 nantinya. Untuk itu, para calon pemimpin DKI pernah memaparkan program untuk pemberdayaan perempuan.
Cagub nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono melihat kaum perempuan di DKI bisa bergerak di sektor UMKM. "Ini akan sangat luar biasa kalau dikembangkan. Banyak perempuan yang bergerak di UMKM. Mereka memiliki kecerdasan dan kreativitas yang harus terus diperhatikan, diarahkan, sehingga dapat menjadikan mereka lebih produktif, kreatif, dan akhirnya bisa mendatangkan penghasilan," kata Agus kepada pewarta di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016).
Cagub nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menaruh perhatian pada aspek kesehatan perempuan terkait peningkatan pemberdayaan. "Kenapa saya bangun klinik sampai pasar, karena saya temukan waktu saya belanja sendiri, saya lihat ibu-ibu di pasar itu nggak bisa dan nggak sempat ke rumah sakit. Makanya saya bikin klinik di pasar," kata Ahok kepada pendukungnya di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2016).
Kemudian cagub nomor urut 3 Anies Baswedan juga senada, tetapi lebih pada membuka lapangan kerja untuk perempuan. "Lapangan kerja yang tersedia akan diperluas untuk perempuan. Bahkan kita memiliki program wirausaha perempuan mandiri. Kredit untuk perempuan. Untuk berkegiatan usaha di lingkungan sekitarnya," ujar Anies di Gedung Olahraga Jakarta Timur, Jalan Otista, Jakarta Timur, Kamis (8/12/2016). (bag/imk)











































