"Terkait pelecehan terhadap Kiai Ma'ruf Amin selaku Rais Aam PBNU, ternyata tak sampai 24 jam (Ahok) sudah minta maaf, meski saya nilai (permintaan maaf itu) setengah hati. Berhubung Kiai Ma'ruf sudah memaafkan, ya sudah, kita maafkan," ungkap Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi disaksikan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo di kantor Ansor Jember, Kamis (2/2/2017).
Menurut Ayub, permintaan maaf Ahok yang dinilai setengah hati itu karena hingga kemarin Ahok belum meminta maaf secara langsung kepada Ma'ruf Amin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ayub, persoalan tersebut hendaknya diambil sebagai pelajaran oleh semua pihak agar menjaga sikap dan ucapan. "Itu kan ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa mulutmu harimaumu. Jadi mari kita sama jaga sikap dan ucapan kita," ungkap politikus PKB sekaligus Wakil Ketua DPRD Jember itu.
Ketua Satkorwil Banser Jatim Gus Abid Umar, yang turut hadir dalam acara itu, menyampaikan, pihaknya tidak akan tinggal diam jika marwah ulama dan NKRI dilecehkan. Terkait dugaan pelecehan yang dilakukan Ahok kepada Ma'ruf Amin, pihaknya sebenarnya sudah menahan diri sambil menunggu instruksi (Ansor) pusat.
"Tapi namanya ulama dilecehkan, meski kita sudah berusaha menahan diri, kita juga tidak bisa membendung jika ada dari pihak kita yang mengambil sikap," ungkap Gus Abid.
Untuk itu, Gus Abid mengajak semua pihak mengambil pelajaran dari persoalan ini, agar selalu hati-hati saat mengeluarkan ucapan.
Adapun AKBP Kusworo mengajak masyarakat, khususnya Banser, ikut menjaga kamtibmas. "Kawan-kawan Banser juga garda terdepan di masyarakat. Mari, jika melihat dan mendengar persoalan sekecil apa pun, dibantu untuk segera diselesaikan," ungkap Kusworo.
"Badai besar itu diawali dari gerimis-gerimis kecil. Saya minta kepada teman-teman Banser, jika melihat gerimis-gerimis kecil (persoalan kecil), segera kabarkan ke kita, supaya kita cepat mengambil langkah sekaligus menyelesaikannya," pungkasnya.
(rna/rna)











































