"Di Jakarta pendekatannya salah, saat ini pendekatannya programatic. Anda kasih uangnya lewat pajak dan nanti pemerintah bangun, kritik pemerintah salurkan lewat DPRD. Tidak melibatkan warga sama sekali," kata Anies di Hotel Sofyan Inn, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2017).
"Padahal demokrasi bukan sekadar elektoral proses, harus ada interaksi. Ini interaksi antar warga dalam pembangunan diperlukan. Kami akan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk warga," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom |
"Masalah tidak selamanya diselesaikan pemerintah, harus ada pendekatan personal. Solusi itu bisa dengan ngobrol. Termasuk kepada anggota legislatif," ucapnya.
Anies akan mengedepankan dialog dalam membuat kebijakannya. Dialog tersebut melibatkan pemerintah hingga tim ahli yang kompeten untuk menyusun kebijakan.
"Pemerintah dan warga ada perbedaan. Solusinya dialog, itu harus ketemu 4 pihak. Satu pihak terkait, kedua pemerintah, seperti DPRD dan eksekutif, ketiga fasilitator. Terakhir adalah tim expert. Ini akan kita lakukan," urainya.
Dalam kesempatan yang sama, Anies mendapatkan dukungan Ganesha Maju Bersama. Dukungan tersebut terkait pencalonannya pada Pilgub DKI Jakarta.
"Kami mendeklarasikan pasangan Anies dan Sandi karena dua alasan. Yang pertama karena kata-katanya santun sehingga menjadi pemersatu. Kedua, karena mereka pemimpin yang berpihak pada rakyat," ujar Ketua Ganesha Maju Bersama, Ahmad Sarbini.
Sarbini mengatakan dukungan diberikan karena dirinya mendukung kebijakan antireklamasi. Pihanya ingin agar ada keadilan bagi semua warga.
"Kami sangat mendukung kebijakan Pak Anies yang tegas menolak reklamasi. Kami ingin keadilan ditegakkan pada semua warga Jakarta," katanya.
Sementara itu, Anies mengapresiasi dukungan tersebut. Ia berjanji untuk mewujudkan keadilan bagi semua warga Jakarta.
"Ini bukan dukungan, ini soal amanah. Kita harus berjuang bersama-sama. Kita berjanji untuk mewujudkan keadilan bagi semua," ujarnya. (fdu/rna)












































Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom