Kapolres Jakut Temui Sekjen MUI DKI

Kapolres Jakut Temui Sekjen MUI DKI

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 02 Feb 2017 20:25 WIB
Kapolres Jakut Temui Sekjen MUI DKI
Sekretaris Jenderal MUI DKI Jakarta Zulfa Mustofa (Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom)
Jakarta - Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chairuddin menyambangi kediaman Sekretaris Jenderal MUI DKI Jakarta Zulfa Mustofa. Zulfa mengatakan, Awal datang untuk meminta keikutsertaan MUI membantu menjaga kondisi masyarakat tetap tenang.

"Beliau datang mohon dibantu untuk menjaga kondusifitas negara, khususnya Jakarta ini," kata Zulfa di kediamannya di Jalan Warakas II Gang II RT 006/002 nomor 88, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (2/2/2017).

Awal datang bersama Kapolsek Tanjung Priok Kompol France Siregar. Zulfa mengatakan, kedatangan aparat kepolisian ini wajar karena tak lama lagi pilkada akan digelar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulfa yang juga menjabat sebagai Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, pertemuan ini juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi pihak keamanan dengan ulama.

"Ya itu (menjaga kondisi kondusif) utamanya. Yang lain silaturahmi biasa. Ya kita tahu ini sudah sangat mendekati pilkada, kondisi yang panas. Ya apalagi ini ibu kota. Beliau pasti punya tanggung jawab itu untuk silaturahmi dengan para ulama," ujarnya.

Terkait permintaan tersebut, Zulfa mengatakan, MUI akan menjalankan tugasnya untuk tetap membuat masyarakat tenang.

"MUI sebagai bagian tugasnya adalah menjaga umat, juga membimbing umat. Pastinya akan menyampaikan sebuah tausiah, nasihat dan pernyataan sikap ke masyarakat untuk tenang untuk menyatukan barisan," tuturnya.

Namun Zulfa juga menyoroti pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin yang menyakiti hati umat Islam, khususnya warga NU. Pernyataan Ahok dan tim pengacaranya dianggap tidak sopan.

Ahok menurutnya mesti meminta maaf tidak hanya kepada Ma'ruf Amin. Permintaan maaf harus disampaikan kepada umat Islam.

"Ya tidak hanya kepada KH Ma'ruf, tapi juga umat Islam, warga NU secara khusus. Karena dia simbol agama, dia juga simbol ulama, simbol guru-gurunya umat Islam. Jadi perlu saya pertegas, dia harus minta maaf kepada ulama, umat Islam khususnya warga NU. Dan satu lagi, kepada warga Indonesia yang sekali lagi, dia telah membuat kegaduhan," tutur Zulfa.

(jbr/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads