Ahok mengatakan bahwa waduk tersebut mangkrak karena ada masalah pada pembebasan lahan. Menurut Ahok, sumber dari masalah pembebasan lahan adalah karena adanya sengketa kepemilikan tanah. Karenanya, cagub petahana tersebut ingin semua tanah memiliki sertifikat.
"Itulah kenapa kita minta semua orang bersertifikat (memiliki sertifikat tanah). Tapi ada masalah BPHTB pajak nggak bisa bayar. Makanya kita bebaskan tahun lalu. Kami yakin tahun ini pembebasan lahan akan lebih mudah. Kalau sampai dia katakan ini sengketa, kami dengan SK Gubernur akan mengambil alih dan memanfaatkan," kata Ahok usai meninjau Waduk
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan cara ini di Jakarta nggak ada lagi pekerjaan taman dan waduk yang terbengkalai. Nggak ada lagi calo yang kuasai tanah karena masyarakat bersertifikat akan kami transfer langsung. Kalau dia bilang sengketa, dengan SK Gubernur kami ambil alih. Nggak ada alasan lagi kan," tutur Ahok.
"Itu pengalaman saya dan Pak Jokowi kenapa banyak pembebasan lahan mangkrak-mangkrak. Sudah kerja, tahu-tahu ribut di tengah," lanjutnya.
Ahok menyebut waduk tersebut akan dibereskan pada tahun ini. Hal pertama yang akan dilakukan olehnya adalah membebaskan lahan di sekitar waduk agar alat berat bisa masuk. Setelah itu, baru pembangunan waduk bisa dilanjutkan dan diselesaikan.
"Tahun ini kita akan bereskan. Lahannya bebasin dulu untuk alat berat. Kalau ini sudah kita beresin, semua daerah sini akan selesai," tutupnya.
(bis/imk)











































