Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Polri sebagai pengemban amanah konstitusi dan undang-undang memiliki tugas untuk mengayomi dan melindungi masyarakat serta menegakkan hukum. Pada era global ini, Polri juga memiliki fokus pada masalah yang timbul di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
"Kita berupaya melindungi seluruh warga negara untuk terhindar dari marabahaya. Di era global, juga terkait bidang IT dan komunikasi," ujarnya saat memberi pemaparan dalam seminar 'Masa Depan Indonesia di Tangan Generasi Milennial' di Aula Gedung III Kemensetneg, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling rentan itu bagaimana jatidiri bangsa itu tetap eksis sepanjang jalan. Negara kita majemuk dan heterogen, Pancasila adalah alat perekat. Itu kekayaan yang harus dipertahankan," ucapnya.
Boy menyebutkan, teknologi informasi dan komunikasi pada era ini tidak memiliki batas. Hal itu kemudian mewarnai dinamika generasi milennial yang memiliki kemudahan mengakses dan menyebarkan informasi yang tidak terlalu penting.
"Teknologi informasi dan komunikasi itu borderless, tidak mengenal batas. Sekarang, informasi dan budaya bisa mudah mengubah generasi milennial. Yang diterima mereka tidak selalu bersumber dari budaya bangsa," tuturnya. (rvk/fdn)










































