Rentetan Isu Penyadapan di Indonesia

Rentetan Isu Penyadapan di Indonesia

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kamis, 02 Feb 2017 18:16 WIB
Rentetan Isu Penyadapan di Indonesia
Ilustrasi: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta - Isu penyadapan kembali mencuat. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono merasa dirinya disadap setelah dirinya disebut telah melakukan komunikasi dengan Ketum MUI Ma'ruf Amin dalam sidang kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Isu penyadapan terhadap tokoh di Indonesia bukan kali ini saja terjadi. Bahkan Presiden ke-3 RI juga pernah disadap ketika menjabat dahulu.

Namun, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla menanggapi santai soal isu penyadapan di tahun 2015. Berikut rangkaian penyadapan yang pernah terjadi di Indonesia:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

10 Desember 1998

Percakapan melalui telepon antara Presiden BJ Habibie dan Jaksa Agung M Andi Ghalib sehari setelah pemeriksaan mantan Presiden Soeharto disadap. Materinya kemudian disiarkan majalah Panji Masyarakat edisi 24 Februari 1999.

30 Juni 2009

Kepala Bareskrim Komjen Susno Duadji menyatakan dirinya merasa disadap instansi lain. Kala itu ia mensinyalir penyadapan terkait dengan isu skandal Bank Century. Susno diduga menerima uang Rp 10 miliar dari Century.

Desember 2013

Analis dari Agensi Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat Edward Snowden mengungkapkan pada 2009 para agen intelijen Australia telah menyadap lingkar Istana Kepresidenan Indonesia, termasuk keluarga presiden. Penyadapan itu disebut dilakukan pada tahun 2009.

Februari 2014

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tjahjo Kumolo mengungkapkan sejak akhir 2013 rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sempat disadap. Tapi Jokowi sepertinya cuek. "Yang mau disadap dari saya apa, sih?"

Februari 2014

Edward Snowden kembali mengungkapkan adanya spionase massal dan pengumpulan data 1,8 juta pelanggan Telkomsel dan Indosat oleh NSA dan badan intelijen Australia. New York Times dan Canberra Times memberitakan laporan ini pada pertengahan Februari 2014.

Maret 2015

Edward Snowden lagi-lagi mengungkap penyadapan ke Indonesia. Snowden menyebut bahwa Australia dan Selandia Baru bekerja sama untuk menyadap Indonesia.

Wapres Jusuf Kalla lalu menanggapinya sebagai hal yang biasa. Senada dengan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga merasa tak ada yang perlu disadap dari dirinya.

"Kalau mau menyadap itu di hutan karet atau hutan pinus. Banyak di sana yang menyadap," kelakar Jokowi. (bag/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads