Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Eko Sulistyo mengatakan, masalah hoax menjadi konsentrasi masalah yang serius.
"Tidak hanya Pak Jokowi, mantan presiden kita, Pak SBY juga konsentrasi pada masalah hoax. Ini menjadi masalah serius," ujarnya saat memberi sambutan dalam seminar 'Masa Depan Indonesia di Tangan Generasi Milennial' di Gedung III Kemensetneg, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hoax ini bukan seolah-olah diproduksi oleh mereka yang punya kekuatan politik seperti pemerintah. Pemerintah saja kena hoax," imbuhnya.
Foto: Galang Aji Putro/detikcom |
"Kehidupan politik akhir-akhir ini tidak dinamis, terlebih karena hoax, apalagi ada Pilkada di DKI yang menyebabkan seolah-olah sekarang ini atmosfer demokrasi menjadi pengap. Ini tidak bagus," lanjutnya.
Eko beranggapan bahwa pelaksanaan demokrasi di Indonesia membutuhkan informasi yang benar. Melalui budaya literasi, Eko melanjutkan, masyarakat dapat melawan hoax dalam rangka menjaga dinamika kehidupan yang kondusif.
"Demokrasi butuh informasi yang benar. Kalau informasinya tidak benar, itu berbahaya. Informasi menjadi oksigen bagi demokrasi, menjadi hal yang fundamental dalam politik. Budaya literasi itu penting, seleksi, melawan hoax itu penting ditanamkan agar tidak tercerai berai," ucapnya.
Dalam acara tersebut, Eko bersama Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar juga turut menandatangani deklarasi generasi milennial Sirait melawan hoax. (fdn/bpn)












































Foto: Galang Aji Putro/detikcom