KSP: Karena Hoax, Atmosfer Demokrasi Menjadi Pengap

KSP: Karena Hoax, Atmosfer Demokrasi Menjadi Pengap

Galang Aji Putro - detikNews
Kamis, 02 Feb 2017 17:59 WIB
KSP: Karena Hoax, Atmosfer Demokrasi Menjadi Pengap
Foto: Galang Aji Putro/detikcom
Jakarta - Berita bohong atau hoax menjadi ancaman serius terhadap dinamika kehidupan berbangsa. Kantor Staf Presiden menyoroti isu hoax yang berkembang di masyarakat.

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Eko Sulistyo mengatakan, masalah hoax menjadi konsentrasi masalah yang serius.

"Tidak hanya Pak Jokowi, mantan presiden kita, Pak SBY juga konsentrasi pada masalah hoax. Ini menjadi masalah serius," ujarnya saat memberi sambutan dalam seminar 'Masa Depan Indonesia di Tangan Generasi Milennial' di Gedung III Kemensetneg, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Naposo Sirait Boru Bere (HNSB) itu, Eko menyatakan, hoax adalah informasi yang tidak hanya diproduksi oleh orang-orang yang memiliki kekuatan politik. Menurutnya, hoax memberi dampak buruk bagi demokrasi di Indonesia.

"Hoax ini bukan seolah-olah diproduksi oleh mereka yang punya kekuatan politik seperti pemerintah. Pemerintah saja kena hoax," imbuhnya.

KSP: Karena Hoax, Atmosfer Demokrasi Menjadi PengapFoto: Galang Aji Putro/detikcom


"Kehidupan politik akhir-akhir ini tidak dinamis, terlebih karena hoax, apalagi ada Pilkada di DKI yang menyebabkan seolah-olah sekarang ini atmosfer demokrasi menjadi pengap. Ini tidak bagus," lanjutnya.

Eko beranggapan bahwa pelaksanaan demokrasi di Indonesia membutuhkan informasi yang benar. Melalui budaya literasi, Eko melanjutkan, masyarakat dapat melawan hoax dalam rangka menjaga dinamika kehidupan yang kondusif.

"Demokrasi butuh informasi yang benar. Kalau informasinya tidak benar, itu berbahaya. Informasi menjadi oksigen bagi demokrasi, menjadi hal yang fundamental dalam politik. Budaya literasi itu penting, seleksi, melawan hoax itu penting ditanamkan agar tidak tercerai berai," ucapnya.

Dalam acara tersebut, Eko bersama Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar juga turut menandatangani deklarasi generasi milennial Sirait melawan hoax. (fdn/bpn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads