"Dari 101 daerah, ada 9 daerah calon hanya 1. Apa iya? Itu calonnya harus lebih dari 1 dan ternyata yang melatarbelakangai tidak terjadinya kontestasi tidak lain adalah karena pragmatis dan transaksional," kata Akbar Tanjung kepada wartawan usai memberikan ceramah ke organisasi mahasiswa di Kota Serang, Kamis (2/1/2017).
Akbar mengatakan bahwa proses demokrasi di Indonesia mesti ditingkatkan kualitasnya. Dalam catatannya, ada beberapa daftar persoalan terkait proses demokrasi sekarang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam politik, ia juga mengatakan bahwa friksi atau kegaduhan tidak dapat dihindari. Suasana politik nasional terkait Pilkada yang belakangan ini gaduh menurutnya wajar. Asalkan, masing-masing pihak berpegang kepada aturan dan mekanisme yang disepakati.
"Politik pasti akan ada konflik. Dalam dirinya banyak sekali konten kepentingan. Jangankan terkait jabatan kekuasaan, bersaudara saja bisa konflik," ujarnya. (bri/imk)










































