"Dukungan terhadap Palestina itu sudah dan akan terus kami lakukan. Kami berharap Iran juga melakukan perannya dalam soal Palestina dan itu akan kami dukung," ujar Zulkifli di ruang kerjanya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2017). Dalam pertemuan itu, hadir juga Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi.
Menurut Zulkifli, Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Toleransi antarumat beragama sudah diimplementasikan sejak dulu. Selain agama Islam, di Indonesia banyak penganut Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghucu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami di Asia bisa (bersatu). Kami harapkan di Timur Tengah juga bisa seperti itu. Bisa bersatu tanpa melihat perbedaan saling bekerja sama untuk mencari titik temu persoalan dan segera menemukan solusinya agar semua damai dan tenteram," katanya.
Foto: Dok. MPR RI |
Sementara itu, utusan khusus Ketua Parlemen Iran yang juga anggota parlemen Iran, Nourian, mengatakan hubungan baik Indonesia dan Iran sudah terjalin lama, baik antarpemerintah maupun antarparlemen kedua negara. Saling mengunjungi antarpemerintah dan parlemen dapat mempererat hubungan kedua negara.
"Kami berharap berbagai kunjungan antarpemerintah dan antarparlemen dua negara Indonesia dan Iran makin meningkatkan hubungan di segala bidang, terutama perekonomian, perdagangan, dan investasi," katanya.
Indonesia, lanjut Nourian, dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, merupakan salah satu negara yang sangat berpengaruh di Asia, juga di tataran global. Sedangkan Iran juga merupakan salah satu negara yang berpengaruh di kawasan Timur Tengah. Perpaduan dua kekuatan tersebut, menurutnya, akan membuat perbedaan atau perubahan yang sangat signifikan dalam penyelesaian berbagai masalah dunia, khususnya dunia Islam, terutama masalah Palestina. (nwy/mpr)












































Foto: Dok. MPR RI