Soroti Pilkada DKI, Ketua MPR: Mudah-mudahan Kembali Damai

Dinamika Pilgub DKI

Soroti Pilkada DKI, Ketua MPR: Mudah-mudahan Kembali Damai

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 02 Feb 2017 16:12 WIB
Soroti Pilkada DKI, Ketua MPR: Mudah-mudahan Kembali Damai
Foto: Dok MPR RI
Jakarta - Tensi politik dalam Pilkada DKI Jakarta disebut meninggi jelang pemungutan suara pada 15 Februari. Ketua MPR Zulkifli Hasan berharap agar suhu politik menurun setelah Pilkada DKI Jakarta.

"Ya mudah-mudahan kalau Pilkada DKI selesai, kembali kita damai, mudah-mudahan. Kan dari 101 pilkada, cuma DKI, yang lainnya nggak ada masalah apa-apa, cuma satu DKI saja," kata Zulkifli kepada wartawan usai menghadiri 'Silaturahmi Kapolri dan Tokoh Lintas Agama' di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Pilkada DKI memang sempat dibahas Zulkifli saat memberikan sambutan dalam acara tersebut. Namun dia meminta agar masyarakat tidak hanya menyoroti masalah Pilkada DKI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya Jakarta ini memang beda lah, saya minta kesabaran kita semua. Saya kira Jakarta ini bukan persoalan agama, bukan suku, mungkin karena ibu kota. Mudah-mudahan nanti Pilkada ini selesai, Jakarta bisa bergandengan tangan dan suhu politiknya turun kembali. Tapi jangan Jakarta disamakan dengan seluruh Indonesia, Jakarta memang ada hal-hal yang kita rasakan bersama, ini bagian pertama," paparnya.

Zulkifli juga menyoroti terusiknya rasa persaudaraan kebangsaan selama masa pilkada. Dia membandingkan kondisi di Jakarta yang tensi politiknya meninggi.

"Kenapa persaudaraan (yang mulai luntur) dan kesenjangan itu terjadi? Memang demokrasi yang saya sampaikan tadi sudah OK di daerah-daerah, kecuali Jakarta. Secara prosedural sudah bagus, tetapi secara esensi substansi tujuan demokrasi itu belum tercapai. Tujuan demokrasi Pancasila itu kan mensejahterahkan seluruh rakyat Indonesia, mengurangi kesenjangan, ekonomi untuk semua, semua untuk semua, ini belum tercapai," urainya.

Lunturnya persaudaraan terjadi karena nilai-nilai kebangsaan yang kurang gencar disosialisasikan. Padahal Indonesia memiliki landasan Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang beragam suku, bangsa, agama dan RAS.

"Kita punya ideologi, kita punya filosofi, kita punya pandangan hidup yang digali dari kita sendiri. Tidak banyak negara seperti kita," katanya.

"Orang lain menghargai, kita sendiri kadang-kadang melupakan meninggalkan. Itulah yang harus kita lakukan, kita sosialisasikan, kita bangun karakter bangsa ini secara masif lagi mengenai nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an kita itu, Pancasila," tutur Zulkifli. (mei/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads