"Ya mudah-mudahan kalau Pilkada DKI selesai, kembali kita damai, mudah-mudahan. Kan dari 101 pilkada, cuma DKI, yang lainnya nggak ada masalah apa-apa, cuma satu DKI saja," kata Zulkifli kepada wartawan usai menghadiri 'Silaturahmi Kapolri dan Tokoh Lintas Agama' di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/2/2017).
Pilkada DKI memang sempat dibahas Zulkifli saat memberikan sambutan dalam acara tersebut. Namun dia meminta agar masyarakat tidak hanya menyoroti masalah Pilkada DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli juga menyoroti terusiknya rasa persaudaraan kebangsaan selama masa pilkada. Dia membandingkan kondisi di Jakarta yang tensi politiknya meninggi.
"Kenapa persaudaraan (yang mulai luntur) dan kesenjangan itu terjadi? Memang demokrasi yang saya sampaikan tadi sudah OK di daerah-daerah, kecuali Jakarta. Secara prosedural sudah bagus, tetapi secara esensi substansi tujuan demokrasi itu belum tercapai. Tujuan demokrasi Pancasila itu kan mensejahterahkan seluruh rakyat Indonesia, mengurangi kesenjangan, ekonomi untuk semua, semua untuk semua, ini belum tercapai," urainya.
Lunturnya persaudaraan terjadi karena nilai-nilai kebangsaan yang kurang gencar disosialisasikan. Padahal Indonesia memiliki landasan Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang beragam suku, bangsa, agama dan RAS.
"Kita punya ideologi, kita punya filosofi, kita punya pandangan hidup yang digali dari kita sendiri. Tidak banyak negara seperti kita," katanya.
"Orang lain menghargai, kita sendiri kadang-kadang melupakan meninggalkan. Itulah yang harus kita lakukan, kita sosialisasikan, kita bangun karakter bangsa ini secara masif lagi mengenai nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an kita itu, Pancasila," tutur Zulkifli. (mei/fdn)











































