"Saat ini kami sedang mendalami peran masing-masing panitia dalam bidangnya, SOP serta respons mereka. Ini untuk mengetahui apakah kekerasan dilakukan dalam kegiatan Diksar itu memang inisiatif perorangan atau sistemik. Kita akan kembangkan. Potensi munculnya tersangka baru usai pemeriksaan mungkin saja terjadi," ujar Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, Kamis (2/2/2017).
Polisi akan menindaklanjuti pemeriksaan itu dengan upaya penggeledahan dan penyitaan barang-barang bukti tambahan. Selain itu, Polres Karanganyar sudah memanggil dua saksi ahli dari RS Bethesda Yogyakarta pada Rabu kemarin. Keduanya adalah dokter yang sempat menangani dua korban meninggal, yaitu Syaits Asyam dan Ilham, saat masih dirawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara gentlemen, keduanya telah mengakui bahwa ada tindak kekerasan pada peserta Diksar, termasuk kepada tiga korban yang meninggal dunia. Kami juga telah menyita barang-barang bukti yang diduga kuat terkait tindak penganiayaan itu," lanjut Ade. (mbr/try)











































