"Ya tentu kalau sudah minta maaf, saya maafkan. Itu kan artinya minta maaf, dimaafkan, kan selesai," kata Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, Kamis (2/2/2017).
Namun, jika Ahok mau menemuinya, Ma'ruf mengatakan hal itu belum dapat dilakukan. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengatakan pertemuan itu dapat dilakukan di waktu lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok sempat menyebut Ma'ruf memberikan kesaksian palsu pada saat menjadi saksi di sidang kedelapan kasus dugaan penodaan agama. Terkait dengan hal itu, Ma'ruf mengaku tidak marah. Menurutnya, yang marah adalah umat.
"Ah saya biasa saja. Yang marah kan bukan saya, umat kan," tuturnya.
Meski demikian, Ma'ruf menginginkan umat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh permasalahan tersebut.
"Ya, begitu. Tetap tenang. Jangan sampai terprovokasi. Itu saja, intinya itu," kata Ma'ruf. (jbr/fdn)











































