"Saya kira kondisinya memang suam-suam kuku ya, nggak panas sekali, nggak dingin-dingin sekali. Ini agak sedikit hangat-hangat tahi ayam, suam-suam kuku, hangat dikit ya karena suasana kontestasi. Dan ini bagus, artinya dinamika kehidupan demokrasi itu ada dalam batas wajar, aman, dan terkendali," ujar Soni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).
Soni berharap partisipasi masyarakat pada Pilkada di DKI tidak pasif. Ia mengusulkan ada hiburan saat pencoblosan di TPS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemprov DKI menjanjikan penghargaan anugerah demokrasi bagi TPS di kelurahan. Soni membocorkan 3 kriteria TPS yang bisa mendapat penghargaan.
"Bahkan di DKI, kami menjanjikan penghargaan anugerah demokratis buat TPS kelurahan yang memang memenuhi 3 indikator. Satu, jumlah pemilih terbesar presentasinya. Dua, pelanggaran terendah. Tiga, kegembiraan yang tinggi, tidak ada kerusuhan, keresahan," ujar Soni.
Soni menargetkan partisipasi warga DKI dalam Pilkada sebesar 70 persen. Ia mengimbau Pemprov boleh melakukan sosialisasi, asalkan bukan kampanye.
"Ini ide saya saja untuk dorong partisipasi masyarakat, karena saya punya target partisipasi sekitar 70 persen. Pemerintah ini boleh lakukan sosialisasi, bukan kampanye ya, untuk dorong masyarakat," cetus Soni.
"Untuk suasana politik, kita juga sudah kampanyekan kita semua bersaudara. Supaya adem, dan nggak ada isu SARA," sambungnya. (dkp/imk)










































