Menlu: Otoritas Sudan Nilai FPU Indonesia Sebagai yang Terbaik

Menlu: Otoritas Sudan Nilai FPU Indonesia Sebagai yang Terbaik

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 02 Feb 2017 00:03 WIB
Foto: Lamhot Aritonang/detikcom
Jakarta - Pasukan Formed Police Unit (FPU) VIII dari Indonesia dituduh menyelundupkan senjata lewat bandara Al-Fashir, Sudan. Kini tim hukum dari Indonesia sudah sampai di Sudan dan terus mengupayakan pembebasan pasukan FPU dari tahanan di Al-Fashir.

Namun ternyata Gubernur Al-Fashir mengakui kontingen dari Indonesia adalah kontingen yang terbaik yang ada di Sudan. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi.

"Jadi kontingen Indonesia itu dinilai oleh mereka, sekali lagi ini berdasarkan laporan yang kita peroleh dari lapangan, kontingen Indonesia dinilai sebagai salah satu kontingen yang terbaik," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka otoritas setempat akan mengusahakan yang terbaik demi membebaskan kontingen Indonesia itu dari tahanan, kemudian agar bisa pulang ke Indonesia.

Tim bantuan hukum dari Indonesia sampai di Khartoum, Sudan, pada 30 Januari, dan masuk ke Al-Fashir pada 31 Januari kemarin. Gubernur setempat sudah ditemui, begitu pula Deputi Joint Special Representative dan komisioner UNAMID (United Nations-African Union Mission in Darfur) juga sudah ditemui. Tiga kali sehari, Retno berkoordinasi dengan tim yang sudah sampai di Sudan itu.

"(Pembicaraan dengan otoritas setempat) belum masuk ke substansi," kata Retno.

Rencananya, persoalan ini bakal beres diinvestigasi oleh tim hukum itu sampai 7 Februari. Namun waktunya juga bisa diperpanjang.

"Kedatangan tim kita juga sangat diapresiasi. Jadi kami ingin membuktikan apakah tuduhan mereka itu betul atau tidak. Itu saja," kata Retno.

(dnu/jor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini