Acara ini berlangsung di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017). Dalam sambutannya, Agus menjelaskan latar belakangnya sebagai TNI sebelum masuk ke dunia politik.
Agus bercerita dirinya dahulu adalah seorang prajurit TNI yang telah bertugas ke beberapa negara. Dia juga bercerita soal jabatan terakhirnya di TNI sebagai Danyon Arya Kemuning 203, yang bertugas menjaga kestabilan dan keamanan Ibu Kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Yudhoyono berbicara di depan para dubes. (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom) |
Lalu dia bicara soal awal mula maju dalam Pilgub DKI. Saat itu, menurutnya, dia sedang berada di Darwin, Australia, dan mendapat amanat tiba-tiba dari 4 partai politik pengusung, yakni Demokrat, PAN, PKB, dan PPP.
Dalam acara itu, Agus memaparkan program-programnya di hadapan perwakilan duta besar dan korps diplomatik. Agus berbicara dalam bahasa Inggris saat memaparkan itu.
Putra sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memaparkan program unggulannya. Di antaranya bantuan langsung sementara (BLS), program rumah rakyat, menjadikan Jakarta sebagai kota yang 'Smart, Creative, and Green City', dan sebagainya.
"Visi saya menurunkan angka kemiskinan. Ini kenapa saya menawarkan program BLS Rp 500 ribu per tahun bagi keluarga kurang mampu. Ini bersifat sementara," tuturnya.
Terakhir, Agus berkomitmen akan mengembalikan kestabilan dan keamanan di Jakarta jika terpilih menjadi gubernur. Itu adalah pekerjaan rumah pertama yang akan dia lakukan. (gbr/imk)












































Agus Yudhoyono berbicara di depan para dubes. (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)