Pertemuan yang terjadi itu, menurut Basuki, berawal dari tawaran Kamaludin, yang berjanji mengurus pertemuan dengan Patrialis. Kamaludin merupakan pengusaha yang juga bekerja di lingkup kantor milik Basuki.
"Kamaludin tadi ada di salah satu kantor saya. Dia tahu, dia bilang mau nggak saya kenalin sama Pak Patrialis, gitu. Dan terjadilan pertemuan," ucap Basuki setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Patrialis mau ketemu asal saya ini bukan orang yang beperkara. Kedua, tidak boleh bicara uang. Ketiga, tidak boleh bawa tas. Jadi pertemuan singkat sekali, saya hanya menanyakan ada gugatan dari PPSKI (Persatuan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia) tapi belum ada hasilnya. Dia hanya bilang, ya coba nanti lihat saja," ucap Basuki.
Basuki merupakan bos CV Sumber Laut Perkasa yang disangka KPK memberikan suap kepada Patrialis. Uang suap itu diniatkan terkait dengan permohonan gugatan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Namun Basuki membantah ada janji atau hadiah yang diberikan kepada Patrialis. Pertemuan itu disebutnya berlangsung di Halim dan di sekitar September 2016.
"Nggak ada. Janji tidak ada. Uang juga tidak ada. Sekitar September ya. Kalau nggak salah di Halim ya. Dan saya hanya berhubungan dengan Kamaludin. Garis bawahi ya. Hanya Kamaludin yang minta uang ke saya. Kalau Patrialis mah tidak pernah. Jadi duit buat Kamaludin. Terserah aja, namanya penyidik punya bukti-bukti sendiri," ujar Basuki. (dhn/tor)











































