"Hari ini kita di STIP melaksanakan rekonstruksi yang disaksikan oleh JPU, penasihat hukum, dan tentunya penyidik. Dimaksudkan untuk mencocokkan antara keterangan di BAP dan fakta di TKP," kata Wakasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Pujianto di STIP, Jalan Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (1/2/2017).
Adegan utama yang diperagakan dalam rekonstruksi dilakukan di Gedung Dormitory 4 kamar DM-205 lantai 2. Pujianto menyebut di ruang tersebut menjadi lokasi terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh taruna tingkat 2 kepada juniornya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amirullah tewas setelah menerima pukulan ke arah ulu hatinya. Pemukulan ini dilakukan oleh para tersangka, yang hari ini mengikuti kegiatan rekonstruksi.
"Untuk korban meninggal dilakukan pemukulan yang diarahkan ke ulu hati yang dilakukan seluruh tersangka yang kita tahan," ujar Pujianto.
"Adegan yang paling pokok adalah adegan pemukulan yang dilakukan di loker yang sudah dilaksanakan dengan baik dan dilakukan sesuai dengan saksi dan BAP yang dilaksanakan oleh penyidik," imbuhnya.
Selain Amirullah, ada lima siswa taruna lain yang juga diduga sebagai korban luka penganiayaan. Mereka adalah Ahmad Fajar, Ilham Wally, Bagus Budi Prayoga, Josua Simanjuntak, dan Benny Syahril.
Dalam kasus ini, polisi menetapkan 5 tersangka yang merupakan taruna tingkat 2 STIP. Mereka adalah Sisko Mataheru, Willy Hasiholan, Iswanto, Akbar Ramadhan, dan Jakario. (jbr/fdn)











































