Menhan Lantik Sjafrie, Jumat
Kamis, 14 Apr 2005 12:38 WIB
Jakarta - Menhan Juwono Sudarsono, Jumat (15/4/2005), besok akan melantik pejabat eselon I yang baru di kementeriannya, termasuk Sjafrie Sjamsoeddin. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Humas Dephan Marsekal Pertama Abdul Aziz Manaf dalam jumpa pers di Dephan, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, (14/4/2005).Dalam jumpa pers tersebut, Abdul Azis mengatakan, sesuai Keppres No.46/M/2005, tanggal 29 Maret 2005 tentang pengangkatan dan pemberhentian tugas jabatan eselon I di lingkungan Dephan, maka Menhan telah menerbitkan SK.Diantaranya, Skep No.276/M/IV/2005 tanggal 12 April 2005, Sprin/110/M/IV/2005 dan Sprin/111/M/IV/2005 yang ditandatangani pada 13 April. Ketiga SK ini menyatakan, Sekjen Dephan Marsekal Madya TNI Purn Suprihadi digantikan Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Dirjen Strategi Pertahanan dari Mayjen TNI Purn Sudrajat kepada Mayjen TNI Dadi Susanto, Dirjen Kekuatan Pertahanan dari Marsekal Muda TNI Piter Watimena kepada Brigjen TNI Suryadi dan Dirjen Sarana Pertahanan dari Mayjen TNI Purn Aqlani Maza kepada Piter Watimena.Sedangkan untuk staf ahli yang diganti adalah Staf Ahli Bidang Militer dan Keamanan dari Mayjen TNI Purn Zulfahmi Rizal kepada Brigjen TNI Djoko Sutrisno dan Bidang Ideologi Agama dari Achmad Purnomo kepada Laksamana Pertama TNI Bambang Susanto.Sementara untuk penasihat menteri diputuskan Adnan Ganto untuk bidang ekonomi dan bidang militer keamanan dipegang Sofyan Effendi.Rangkap JabatanSelain itu, Menhan juga memutuskan merangkap jabatan Dirjen Rencana Sistem Pertahanan yang hingga kini belum ada Keppres siapa yang akan menggantikan Maswijaya.Dijelaskan Aziz, untuk jabatan tersebut sampai kini masih menunggu keputusan presiden mengenai siapa penggantinya, sehingga jabatan itu diserahkan yang bersangkutan kepada menteri pertahanan.Sambil menunggu keputusan presiden ini, dan melalui pertimbangan presiden dan Menkopolhukam, Menhan mengambil langkah sementara mengambil jabatan tersebut dan menyerahkan pelaksana hariannya kepada Sekretaris Dirjen Rencana Sistem Pertahanan.Azis juga menambahkan, pengangkatan para pejabat baru tersebut telah dipastikan melewati pertimbangan melalui suatu sidang tim penilai akhir di kepresidenan. "Kita memang tidak mengenal fit and proper test, tapi bukan berarti pejabat yang bersangkutan belum melalui penilaian yang intens dan terus menerus," katanya. Pencalonan para pejabat ini, lanjutnya, bisa dari lingkungan Dephan atau TNI, namun dari TNI sendiri dipastikan melalui Wanjakti (Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi), di mana ada perwakilan Dephan di sana.
(umi/)











































