"Apa pun yang kita lakukan di velodrome dan equestrian tentu saja apa yang dipastikan untuk pelaksanaan Asian Games. Tapi, setelah Asian Games, tempat ini bisa digunakan untuk event-event berkelanjutan, harus tetap ada yang dilakukan," ujar Puan di arena proyek equestrian di Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (1/2/2017).
Sarana olahraga yang dibangun harus dapat dimanfaatkan dalam waktu jangka panjang. Sebab, pembangunan dilakukan bukan sekadar untuk Asian Games.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Nathania Riris Michico/detikcom |
"Sehingga memang sesudah Asian Games tahun 2018 yang akan datang, tempat-tempat yang kita bangun ini jangan menjadi mangkrak, tidak berguna," imbuhnya.
Pembangunan sarana olahraga, sambungnya, dapat dimanfaatkan untuk revitalisasi ruang publik. Masyarakat bisa memanfaatkannya.
"Ruang publik hijau memang bisa untuk jogging track, taman-taman bermain untuk anak dan saya pastikan juga bisa dinikmati gratis oleh masyarakat yang ada di lingkungan sekitar ini karena ini kan 35 hektare, yang tadi di velodrome sekitar 6 hektare. Kanan-kirinya kan masih ada lahan yang juga sekalian direvitalisasi," ujarnya. (nth/fdn)












































Foto: Nathania Riris Michico/detikcom