"Beberapa orang yang juga terluka (akibat ledakan), salah satu terduga teroris ini juga atas nama S, yang kemudian, mohon maaf, matanya sampai buta," ujar Martinus di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).
Martinus melanjutkan bom tersebut tidak direncanakan untuk diledakkan pada 18 Desember. Namun tiba-tiba material bom rakitan yang terdiri dari gotri dan paku tersebut meledak dan melukai Sugiyanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martinus mengatakan Tim Densus 88 Antiteror terus memantau aktivitas, komunikasi, dan perpindahan sel-sel teroris di Jawa Tengah untuk mencegah risiko aksi terorisme.
"Terus dipantau, di-monitoring supaya didapat gambaran dan hal seperti ini yang kita peroleh," tutup Martinus. (aud/rvk)











































