Panitia KAA Sudah Antisipasi bila Tangkuban Perahu Meletus
Kamis, 14 Apr 2005 12:15 WIB
Jakarta - Bagaimana bila Gunung Tangkuban Perahu meletus saat di Bandung digelar Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA)? Itulah yang dikhawatirkan. Deplu sebagai penyelenggar KAA sudah mengantisipasi hal itu. Rencananya, KAA akan digelar 22-24 April di Jakarta dan Bandung. Sedikitnya sudah ada 55 kepala negara dan kepala pemerintahan yang akan menghadiri acara ini. Konferensi akan digelar di Jakarta, sementara di Bandung akan digelar semacam acara nostalgia dan pembacaan deklarasi pada 24 April. Semakin mendekati hari H, Bandung bisa saja terancam oleh letusan gunung. Kini, aktivitas gunung Tangkuban Perahu yang berada di utara kota Bandung itu meningkat. Statusnya dinaikkan menjadi 'siaga'. Kawasan gunung ini sudah ditutup untuk umum, sementara gunung mengeluarkan letupan-letupan gas. Ancaman ini disadari oleh Panitia KAA. Karena itu, panitia KAA terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Tangkuban Perahu. "Kita akan berkoordinasi terus dengan BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika), meskipun kita tidak bisa prediksi. Kita berharap tidak apa-apa," kata Sekjen Deplu Sudjanan Parnohadiningrat kepada detikcom, Kamis (14/4/2004). Deplu adalah lembaga yang menjadi penyelenggara KAA. Sudjanan mengaku, skenario terburuk - bila terjadi gempa dan gunung meletus - sudah diperhitungkan oleh Deplu. Bila itu yang terjadi, maka panitia akan menyerahkan pengamanan kepada para delegasi kepada Polri dan TNI. "Apabila memang terjadi gempa waktu pelaksanaan KAA di Bandung, kita akan evakuasi dengan pesawat-pesawat yang ada. Mudah-mudahan tidak apa-apa, apalagi di Bandung, para delegasi tidak menginap," jelasnya. Sampai saat ini, kata dia, persiapan KAA berjalan seperti biasa. Pengamanan dilakukan masih bersifat umum. "Pengamanan sifatnya masih umum, dari pihak kita diberikan pengamanan dan pihak delegasi juga akan memberikan pengamanan," jelasnya.
(asy/)











































