"Mereka dibawa ke Jakarta oleh Densus," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).
Ketiga terduga teroris yakni Sugiyono (38), Sugiyanto (37) dan Jumali (30) diduga merupakan sub sel jaringan teroris Solo. Diduga mereka merencanakan aksi teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Tim Densus 88 Antiteror masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait asal muasal bahan peledak, rencana aksi teror ketiga terduga dan jaringannya.
"(Pemeriksaan) Dalam kaitan bahan-bahan diperoleh dari mana, beraktivitas dengan siapa, apakah mereka akan lakukan (tindak teror), dimana melakukannya, ini yang masih kita gali," jelas Martinus.
Penangkapan ketiga terduga teroris berawal dari penyelidikian ledakan di toko vulkanisir ban di Sragen pada 18 Desember 2016.
"Ketiga orang ini terkait dengan peristiwa adanya bon yang meledak di salah satu toko vulkanisir ban di Sragen. Ada juga beberapa (orang) yang terluka. Salah satu korbannya yang matanya sampai buta yang si tersangka ini," jelas dia.
Martinus menyebut jaringan teroris di Jawa Tengah memang berupaya mengimbangi pergerakan aparat penegak hukum di. "Infonya pergerakan mereka cukup intensif ya, mengimbangi pergerakan kami," ujarnya.
(fdn/idh)











































