Bantah Laporkan Ma'ruf, Timses: Ahok Idolakan Tokoh NU

Niken Purnamasari - detikNews
Rabu, 01 Feb 2017 11:52 WIB
Foto: Pool/Seto Wardhana
Jakarta - Tim pemenangan Ahok-Djarot menilai ada pihak yang berupaya mengadu domba dengan menggunakan pernyataan Ahok dalam persidangan kemarin. Ahok sempat melontarkan rencana untuk melaporkan Ma'ruf Amin ke polisi.

Saat itu, Ahok menanggapi kesaksian Ma'ruf soal adanya telepon dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dengan PBNU.

"Saya berterima kasih Saudara ngotot di depan hakim meralat ini, mengaku tidak berbohong. Kami akan memproses secara hukum. Untuk bisa membuktikan bahwa kami punya data lengkap," ujar Ahok pada sidang Selasa (31/1).

Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni mengatakan ada pihak yang menggunakan pernyataan tersebut untuk mengadu domba dengan Nahdlatul Ulama (NU). Toni membela Ahok adalah sosok yang mengidolakan para tokoh NU.

"Idola Pak Ahok juga tokoh-tokoh NU seperti Almarhum Gus Dur, Gus Mus dan kyai-kyai sepuh lainnya. Mereka yang selama ini memperjuangkan kebhinnekaan yang menjadi inspirasi Pak Ahok bekerja untuk rakyat," ujar Toni dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Rabu (1/2/2017).

Toni menilai ada pihak yang sengaja menggunakan pernyataan tersebut untuk mengadu domba. "Semua jurus, termasuk jurus mabuk mengadu domba Pak Ahok dengan NU dilakukan," katanya.

Sebelumnya, kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat telah menyampaikan bahwa kalimat memproses secara hukum yang diucapkan kliennya itu ditujukan kepada saksi pelapor pada sidang sebelumnya. Bukan untuk Ma'ruf Amin.

"Pak KH Ma'ruf Amin kan bukan saksi pelapor, sedangkan yang kami laporkan balik (Habib Muchsin dan Habib Novel) itu diduga mengeluarkan keterangan tidak benar di bawah sumpah. Jadi tak mungkin kami mau melaporkan Pak KH Ma'ruf Amin yang menjadi saksi karena menjelaskan soal Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI," ujar Humphrey.

Menurut Humphrey, ucapan Ahok tersebut hanyalah komentar yang bersifat umum. Untuk urusan pelaporan terhadap saksi pelapor diserahkan kepada tim penasihat hukum.

"Kami sangat menyayangkan gencarnya pemberitaan yang menyesatkan bahwa seolah-olah Pak Ahok mau melaporkan KH Ma'ruf Amin dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum MUI. Apalagi ada oknum yang menuding bahwa pernyataan Pak Ahok dianggap melecehkan integritas PB NU dan kaum nahdliyin," ungkapnya.



(nkn/van)