Tiba di Pulomas, Jakarta Timur, Sumarsono dan Menteri Puan langsung menuju gedung Tribun Utama untuk mendengarkan pemaparan dari Dirut Pulomas Jaya Bambang Mursalin. Bangunan tersebut masih dalam pengerjaan renovasi.
Pacuan kuda dibangun di lahan seluas 35 hektare dan memiliki 160 kandang kuda. (Nathania Riris Michiko/detikcom) |
"Total luas kita 35 hektare, desain bangunannya mirip kuda lompat. Nanti ada 4 lantai, ada restoran, mal, dan ruang serbaguna yang menghadap ke arena pertandingan dan ada kandang kuda standar internasional," kata Dirut Pulomas Jaya Bambang Mursalin di arena JIEPP, Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (1/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 160 kandang jadi 160 kuda, yang akan datang 100 kuda. Ada klinik kuda dan penginapan untuk perawat dan penunggang kuda," ujar Bambang.
Menteri Puan juga bertanya terkait dengan sertifikasi dari Kementan. Bambang menyebut sertifikat dari Kementan masih dalam proses.
Sejak 2016, Bambang menuturkan telah melakukan proses perencanaan, kematangan, pemadatan lahan, dan pembongkaran bangunan existing kandang kuda. Bambang juga menginformasikan minggu depan akan ada pemenang dari kontraktor yang berasal dari kontraktor BUMN.
Pembangunan ditargetkan selesai Desember 2017. (Nathania Riris Michiko/detikcom) |
"Jadi Desember 2017 selesai?" tanya Menteri Puan.
"Iya Bu, nanti sebelumnya kita akan ada test event paling lambat November 2017," tutur Bambang.
Bambang menambahkan, setelah Asian Games, arena JIEPP bisa dimanfaatkan untuk menjadi hotel dan fasilitas umum lainnya. Setelah pemaparan, Menteri Puan dan Plt Gubernur langsung meninjau area pertandingan.
Saat meninjau area pertandingan, Menko Puan dan Sumarsono kembali melihat desain JIEPP dan sesekali bertanya terkait dengan lokasi pembangunan.
"Desember 2017 selesai ya," ujar Puan. (aan/fdn)












































Pacuan kuda dibangun di lahan seluas 35 hektare dan memiliki 160 kandang kuda. (Nathania Riris Michiko/detikcom)
Pembangunan ditargetkan selesai Desember 2017. (Nathania Riris Michiko/detikcom)