Mereka yang Mengambil Untung Ketika Demo FPI

Mereka yang Mengambil Untung Ketika Demo FPI

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 01 Feb 2017 10:44 WIB
Mereka yang Mengambil Untung Ketika Demo FPI
Salah satu pedagang yang berjualan di demo FPI (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)
Jakarta - Massa Front Pembela Islam (FPI) berkumpul di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan. Mereka hendak bergerak ke Mapolda Metro Jaya untuk mengawal pemeriksaan imam besarnya, Habib Rizieq Syihab.

Di balik keramaian massa yang hendak berorasi itu, ada yang mengambil keuntungan. Bukan para provokator, melainkan mereka yang mencari peruntungan dengan berdagang kopi dan minuman.

Mereka yang Mengambil Untung Ketika Demo FPIMamad berjualan kopi di demo FPI (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)


Salah satunya adalah Mamad (45), pedagang kopi keliling yang sengaja datang dari Bogor, Jawa Barat. Dia mengaku cukup mendapatkan keuntungan dengan berjualan ketika massa berkumpul.

"Lumayan Mas, baru jam 09.00 WIB sudah terjual 50 gelas," kata Mamad di pelataran Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).

Mamad mengaku selalu mencari kesempatan dalam setiap keramaian, termasuk demo FPI kali ini. Ia mengaku juga berjualan pada aksi bela Islam sebelumnya.

"Habis terus dagangan Mas, bisa dapet bersih seratus ribuan," tuturnya.

Mereka yang Mengambil Untung Ketika Demo FPIMassa FPI yang mulai bergerak ke Polda Metro Jaya (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)


Mamad tidak sendirian dalam berjualan di antara kerumunan massa FPI. Pantauan detikcom, banyak pula pedagang suvenir, makanan, hingga baju muslim yang meramaikan demo ini.

Dalam pemeriksaan hari ini, massa FPI akan melakukan aksi di depan Markas Polda Metro Jaya. Pihak Polda Metro telah mengantisipasi pengamanan dengan mengerahkan personel.

Habib Rizieq akan diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus makar tersangka Sri Bintang Pamungkas cs. Selain Rizieq, polisi akan meminta keterangan mantan jubir FPI Munarman dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir. (dhn/tor)


Berita Terkait