DetikNews
Rabu 01 Februari 2017, 10:28 WIB

Annisa Pohan Jelaskan 'Konsep Geser Bukan Gusur' Agus Yudhoyono

Herianto Batubara - detikNews
Annisa Pohan Jelaskan Konsep Geser Bukan Gusur Agus Yudhoyono Konsep membangun Jakarta 'Geser bukan Gusur' (Twitter/@AnnisaPohan)
Jakarta - Istri calon wakil gubernur Agus Yudhoyono, Annisa Pohan, menjelaskan gambaran soal konsep 'membangun tanpa menggusur' yang digagas suaminya. Seperti apa sih?

Sejak gagasan ini dimunculkan Agus, banyak netizen yang bertanya-tanya: bagaimana bisa menata wajah Jakarta yang kumuh di bantaran kali tanpa melakukan penggusuran.

Annisa pun memberikan penjelasan lewat akun media sosialnya (medsos), yakni Twitter dan Instagram @annisayudhoyono, seperti dilihat detikcom, Rabu (1/2/2017). Dia memberikan gambaran bagaimana konsep 'membangun tanpa menggusur' yang terus digaungkan pasangan nomor urut 1 di Pilgub DKI Jakarta 2017 Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Untuk teman-teman yang belum ada gambaran tentang 'membangun tanpa menggusur', solusi agar tidak perlu memindahkan mereka keluar dari lingkungannya, tidak perlu sampai mereka harus kehilangan segala yang ada di hidupnya, pekerjaannya, dan ditambah beban membayar sewa rusun," tulis Annisa.

Dalam sebuah infografis yang diunggah Annisa, dipaparkan bagaimana membangun Jakarta dengan konsep 'geser bukan gusur'. Dibuatlah ilustrasi kondisi hunian warga di sekitar sungai yang padat dan rapat namun memiliki densitas rendah dan minim ruang terbuka. Seperti apa?

Ada 2 langkah dalam konsep membangun Jakarta dengan 'geser bukan gusur'. Masing-masing:

Annisa Pohan Jelaskan 'Konsep Geser Bukan Gusur' Agus YudhoyonoKonsep membangun Jakarta 'Geser bukan Gusur' (Twitter/@AnnisaPohan)

1. Relokasi sementara

Pemda memfasilitasi warga untuk melakukan konsolidasi lahan dan perencanaan hunian secara partisipatif, dibantu oleh para arsitek. Warga yang terkena tahap pertama difasilitasi untuk bisa bergeser atau pindah sementara ke hunian warga lain di sekitarnya agar lahan yang dibutuhkan siap untuk dibangun.

2. Pembangunan rumah rakyat dan relokasi kembali warga

Ketika rumah rakyat tahap pertama sudah jadi, warga lama bisa kembali, menempati unit baru pengganti miliknya kembali. Unit-unit hunian baru yang tersisa bisa diberikan bagi warga lain yang rumahnya terkena tahap berikutnya. Jadi mereka cukup bergeser, tidak perlu dipindah jauh-jauh, secara paksa, tercabut kehidupan asli mereka.

Dengan 2 langkah konsep bangun Jakarta 'geser bukan gusur' itu, diyakini bisa terbentuk lingkungan hunian di sepanjang sungai yang baik, bebas banjir, bersih, layak, hasil dari pembangunan kota yang manusiawi dan tetap patuh, serta memenuhi berbagai regulasi yang ada.

Sayangnya, tidak dijelaskan lebih rinci soal seperti apa prosesnya, konsep hunian yang akan dibangun, berapa besar anggarannya, dan berapa lama prosesnya. Sebab, cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selama ini mengaku cukup sulit melakukan relokasi warga di bantaran kali karena banyak yang menolak karena memiliki sertifikat hak milik (SHM) dan berbagai alasan lainnya. Banyak juga yang meminta penjelasan lebih soal langkah tahap 2, bagaimana warga yang terdampak 'digeser' atau pindah sementara ke hunian warga lain di sekitar.
(hri/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed