Ketua MPR: Setelah Pilkada, Jakarta Bisa Bersatu Kembali

Ketua MPR: Setelah Pilkada, Jakarta Bisa Bersatu Kembali

Dewi Irmasari - detikNews
Selasa, 31 Jan 2017 22:05 WIB
Ketua MPR: Setelah Pilkada, Jakarta Bisa Bersatu Kembali
Foto: Dok MPR RI
Kupang - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan melakukan sosialisasi empat pilar dan evaluasi pelaksanaan Tap MPR Nomor V/MPR/1999 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Zukifli mengatakan NTT serta daerah lainnya di Indonesia kecuali DKI Jakarta merupakan daerah yang kompak dan akur dalam pilkada.

"Saya kira memang Jakarta ya mungkin karena ibu kota atau apa begitu. Nah, oleh karena itu, saya berharap, setelah pilkada selesai nanti, Jakarta bisa bersatu kembali," kata Zulkifli setelah melakukan sosialisasi di Hotel Ima, Jalan Timur Nomor 122, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (31/1/2017).

Zulkifli juga meminta pelaksanaan pilkada daerah-daerah lainnya tidak seperti di Jakarta. Ia mengatakan pilkada tahun lalu di NTT serta daerah lain di Indonesia tidak bermasalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lihatlah NTT, pilkada ini sebetulnya tidak ada masalah. Tahun lalu kita (pilkada serentak) 260 daerah lancar, tidak ada apa-apanya, ya," lanjutnya.

Zulkifli juga mengingatkan pilihan dalam pilkada boleh berbeda, namun Indonesia disatukan dalam Bhinneka Tunggal Ika. Ia juga menjadikan NTT sebagai provinsi pencontohan yang terbaur dalam keanekaragaman.

"Di NTT ini Saudara lihat sendiri, ketua DPR provinsinya muslim, padahal di sini mayoritas Katolik. Tidak ada masalah, akur, kompak. Begitu juga daerah-daerah lain, tidak ada," pungkasnya.

Acara sosialisasi empat pilar dan evaluasi Tap MPR Nomor V/MPR/1999 diselenggarakan hasil kerja sama MPR RI dengan Uni Timor Aswa'in (Untas). Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPP Untas Eurico Guterres serta Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Kemudian hadir pula Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis dan Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher.

Kedatangan Ketua MPR RI di Kupang disambut dengan tarian sambutan dari Timor Leste dan pengalungan kain songket khas Nusa Tenggara Timur. Seusai acara, Zulkifli memperoleh tanda mata yang diberikan oleh Eurico Guterres. (bag/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads