Ini Datu, Mahasiswa UGM Pemenang Ambassador1Day Kedubes Denmark

Ini Datu, Mahasiswa UGM Pemenang Ambassador1Day Kedubes Denmark

Lukita Wardani - detikNews
Selasa, 31 Jan 2017 20:00 WIB
Ini Datu, Mahasiswa UGM Pemenang Ambassador1Day Kedubes Denmark
Foto: Lukita Wardani/detikcom
Jakarta - Damarjiwo Datu terpilih sebagai Ambassador1Day (A1D) saat mengikut lomba esai yang diadakan Kedubes Denmark dengan The Habibie Center. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, ini mampu bersaing dengan 360 peserta lainnya.

Datu, begitu ia biasa dipanggil, merupakan anak dari pasangan Ir Ketut Winarto dan Dwi Wahjoeni Soesilo Wati yang lahir pada 20 November 1997 di Yogyakarta. Ini bukan kompetisi pertama yang dia menangi.

Ini Datu, Mahasiswa UGM Pemenang Ambassador1Day Kedubes DenmarkFoto: Lukita Wardani/detikcom


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Datu memenangi Olimpiade Sains Nasional saat duduk di bangku SMA. Ia mendapatkan medali perak di pelajaran geografi.

Meski masuk jurusan IPA saat bersekolah di SMAN 3 Yogyakarta, ia mengaku memang tertarik pada pelajaran IPS.

"Saya jurusannya IPA, tapi sangat tertarik pada pelajaran IPS. Makanya, selepas SMA, saya mengambil jurusan HI," kata Datu saat ditemui detikcom, Selasa (31/1/2017) di Jakarta.

Datu mengaku orang tuanya sangat mendukungnya untuk menjadi diplomat. Bahkan, ketika ia mengikuti lomba A1D ini, orang tuanya pun sangat mendukungnya.

"Orang tua saya sangat mendukung saya sebagai diplomat. Ya, saya bilang ke mereka, saya ikut lomba ini dan mereka sangat mendukung. Ketika mereka tahu saya menang, mereka sangat senang dan bersyukur," ujar pria yang mempunyai hobi membaca novel ini.

Datu merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Sejak kecil ia dibiasakan berbicara dalam dua bahasa. "Ya, sejak kecil saya menggunakan dua bahasa," tandasnya.

Datu telah menyelesaikan tugasnya menjadi Duta Besar Denmark sehari. Sejak pagi dia sarapan dan rapat dengan Duta Besar Denmark Casper Klynge dilanjutkan dengan melihat proyek MRT hingga berakhir bertemu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantornya, kawasan Pejambon, Jakarta Pusat.

Selama seharian ini, momen yang berkesan baginya adalah ketika bertemu dengan Menlu Retno.

"Selama seharian ini yang paling berkesan saat bertemu Menlu, jadi tambah yakin untuk menjadi diplomat," ujar Datu.

Menjadi Ambassador Denmark selama sehari membuat Datu Damarjiwo punya ide agar ada pelajaran praktik diplomatik saat kuliah. Menurut dia, teori di perkuliahan sangat berbeda dengan praktik yang telah dipelajari sebelumnya.

"Beda banget dengan teori di kelas. Praktiknya banyak diplomasi, dari hal-hal kecil dulu, step by step, tidak langsung ke diplomasi besar," kata Datu. (erd/try)


Berita Terkait