Biar Penyamaran Tak Bocor, Ketua MA Beli Berewok Palsu di Jogja

Biar Penyamaran Tak Bocor, Ketua MA Beli Berewok Palsu di Jogja

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 31 Jan 2017 19:35 WIB
Biar Penyamaran Tak Bocor, Ketua MA Beli Berewok Palsu di Jogja
Ketua MA Hatta Ali (memakai kemeja lengan panjang warna putih). (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Ketua MA Hatta Ali menyamar dengan berewok palsu untuk melihat kinerja anak buahnya di lapangan. Bahkan berewok itu dibelinya di Yogyakarta agar tidak diketahui bawahannya.

"Kita menyamar supaya kita tahu betul bagaimana kondisi lapangan," kata Hatta di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakpus, Selasa (31/1/2017).

Hatta mengaku dalam penyamarannya sampai membeli berewok palsu secara khusus di Yogyakarta. Bahkan, untuk lebih meyakinkan lagi, dirinya menambahkan kacamata hitam dan topi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pesannya di Yogya, rada mahal, tapi nggak apa-apa. Kalau beli di sini, bisa, tapi kelihatan," bebernya.

Hatta mengatakan penyamaran itu dilakukan sendiri. Alhasil, tidak satu pun pegawai yang tahu kalau dirinya melakukan sidak.

"Kalau penyamarannya pasang sendiri. Cuma itu (jenggotnya) halus (nggak kelihatan palsu)," ungkapnya.

Hatta menegaskan sidak yang dilakukannya dengan menyamar sebagai pencari keadilan untuk shock therapy. Sehingga para pegawainya dapat memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat.

"Ini merupakan shock therapy. Paling nggak, unsur ketakutan mereka semakin tinggi, jadi tidak akan berbuat macam-macam," ujarnya.

Hatta menampik kalau sidak yang dilakukan hanya baru-baru ini saja. Lantaran selama ini Bawas MA sudah lebih aktif dalam mengawasi hakim dan lembaga peradilan.
Biar Penyamaran Tak Bocor, Ketua MA Beli Berewok Palsu di Jogja

"Kami sudah lama, Bawas kan proaktif. Cukup banyak yang terjaring. Tetapi kami menghendaki supaya lebih lagi," imbuhnya.

Hatta mengatakan, ke depan langkah ini akan terus dilakukan secara acak ke lembaga peradilan yang tersebar di Indonesia. Ke depan, pihaknya juga akan menyebar para anggota ke pengadilan negeri lainnya.

"Ini tetap kami akan lanjutkan dan akan dilakukan di luar Pulau Jawa. Nanti 10 orang ini bisa duluan lapor kita untuk menindaklanjuti. Sehingga pimpinan kita akan disebar ke semua daerah untuk melakukan penyamaran masing-masing," ujarnya. (edo/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads