Mengintip Strategi Penyamaran Artidjo dkk agar Tak Dikenali Bawahan

Mengintip Strategi Penyamaran Artidjo dkk agar Tak Dikenali Bawahan

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 31 Jan 2017 19:08 WIB
Mengintip Strategi Penyamaran Artidjo dkk agar Tak Dikenali Bawahan
Artidijo dkk menyamar untuk sidak di berbagai pengadilan. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali bersama dengan petinggi MA lainnya melakukan penyamaran untuk melakukan sidak pelayanan lembaga peradilan di DKI Jakarta. Para petinggi MA tersebut mengubah penampilannya hingga tidak dikenali anak buahnya di lapangan. Bagaimana ceritanya?

"Waktu itu keluar dari kantor diam-diam, karena takut ketahuan orang kantor sehingga bisa bocor (rencana sidak), jadi kita ngumpul di rumah dinas saya di Widya Chandra," kata Hatta Ali di gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2017).

Hatta mengatakan, dalam pertemuan tertutup dan tidak diketahui oleh anak buahnya, dia bersama petinggi MA lain membuat skenario agar sidak berjalan mulus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para pimpinan alasan mau rapat pukul 08.00 WIB. Sopir disuruh pulang semua, mereka nanti jemput sekitar jam 1. Sopir pun nggak ada yang tahu. Jadi kami naik mobil yang sudah disewa sebelumnya," paparnya.

Hatta mengatakan kedatangannya ke lembaga peradilan di sekitar Jakarta dengan dilengkapi laporan masyarakat. Dan sebelumnya mereka juga telah menerjunkan tim khusus untuk pemantauan.

"Sebelumnya itu kami punya agen, 10 orang. Itu tidak ada yang dikenali oleh hakim-hakim. Kita suruh dia dulu mencari fakta, setelah ketemu kami datang untuk mengembangkan lagi dan menindaklanjuti laporan," imbuhnya.

Hatta mengatakan, dari hasil temuan fakta-fakta dan pelanggaran selama sidak di lapangan, pihaknya telah meminta Bawas untuk membuat evaluasi perbaikan.
Mengintip Strategi Penyamaran Artidjo Dkk Agar Tak Dikenali Bawahan

"Ada beberapa hal ini yang akan ditindaklanjuti oleh Bawas. Yang perlu kita periksa, kita periksa. Misalnya kemarin ada pegawai yang pelayanannya kurang, ada pegawai yang menunjuk orang lain yang tidak kompeten, dan kami juga wawancara para pengacara yang hadir di pengadilan, kami wawancara juga," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam foto yang beredar terbatas tersebut, tampak para hakim agung menyamar dan nyaris tidak bisa dikenali sebagai pejabat tinggi negara. Penyamaran ini dilakukan agar tidak dikenali oleh bawahannya saat melakukan sidak pada Kamis (26/1) lalu.

Tampak dalam foto yang berdiri paling ujung kiri memakai topi cokelat adalah Ketua Muda MA Bidang Agama/Ketua Kamar Agama Prof Dr Abdul Manan. Adapun yang memakai kopiah putih, bersorban, bersarung, dan sandal jepit adalah Ketua Muda MA Bidang Pidana/Ketua Kamar Pidana Artidjo Alkostar.

Yang mengenakan kemeja putih lengan panjang adalah Ketua MA Prof Dr Hatta Ali. Untuk semakin mengelabui bawahannya, Hatta Ali memakai berewok palsu serta bertopi. Sehari-hari, Hatta Ali tidak berjenggot dan hanya memiliki kumis tipis. (edo/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads