Pertemuan TPF Munir-Mantan Sekretaris BIN Kembali Gagal
Kamis, 14 Apr 2005 11:22 WIB
Jakarta - Gagal maning, gagal maning. Rencana pertemuan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir dengan mantan Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Nurhadi Jazuli pada hari Kamis (14/4/2005) ini kembali gagal dilakukan.Pertemuan yang rencananya digelar di kantor Komnas Perempuan, Jl. Latu Harhari, Menteng, Jakarta Pusat, itu gagal karena Nurhadi meminta pertemuan berlangsung di kantor BIN. Ini adalah kegagalan pertemuan TPF-Nurhadi yang keempat kalinya."Pertemuan hari ini nggak jadi lagi. Soalnya Nurhadi masih meminta supaya pertemuan diadakan di kantor BIN," kata Ketua TPF Kasus Munir Brigjen Pol Marsudi Hanafi di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Kamis (14/4/2005).Menurut Marsudi, TPF akan tetap terus memanggil Nurhadi sampai ia bersedia datang. "Kita akan berusaha terus sampai dengan Nurhadi datang. Kemungkinan undangan akan kita lakukan hari Senin besok."Sedang mengenai tempat pertemuan Marsudi bersikukuh pertemuan harus digelar di kantor TPF Kasus Munir, di Komnas Perempuan atau di Mabes Polri, dan bukan di BIN. "Mengenai pertemuannya pokoknya di kantor TPF," demikian Brigjen Pol Marsudi Hanafi.DipersulitMenurut informasi yang diperoleh detikcom, BIN menolak anggota atau mantan anggotanya diperiksa hingga ada nota kesepahaman (MoU) antara BIN dengan TPF. TPF telah mengajukan draft MoU namun sampai sekarang BIN belum menyetujuinya. Sumber detikcom di TPF menyebutkan upaya untuk memeriksa orang-orang BIN sejak awal menemui kesulitan. Bahkan ketika beberapa waktu TPF hendak menemui petinggi BIN di kantornya nyaris gagal karena anggota TPF diperiksa sangat ketat sebelum memasuki tempat pertemuan. Anggota TPF dilarang membawa perlengkapan elektronik seperti handpone dan kamera. Sempat terjadi negosiasi selama setengah jam namun anggota TPF tetap tidak diizinkan membawa handpone. Anggota TPF yang nyaris ngambek akhirnya mengalah dan meninggalkan handpone di mobil.
(gtp/)











































