Sebagai pemenang A1D, Datu akan menjalankan tugas selayaknya Dubes Denmark untuk Indonesia Casper Klynge selama sehari. Selain itu, Datu akan melakukan study trip selama dua minggu ke ibu kota Denmark, Copenhagen, pada musim panas mendatang.
Foto: Lukita Wardani/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Datu mengaku mengetahui kompetisi ini dari unit kegiatan mahasiswa di kampus UGM. Bersama beberapa teman, dia kemudian mengirimkan esai ke panitia lomba. Dia tak menyangka bahwa esai yang dia kirim dinobatkan menjadi pemenang.
"Awalnya saya tahu dari UKM saya di kampus, saya dan teman saya akhirnya mengirimkan tulisan untuk mengikuti Ambassador1Day, saya juga tidak menyangka bahwa akan menang," kata Datu saat ditemui di kantor Kedutaan Denmark, Selasa (31/1/2017).
Datu, yang saat ini mahasiswa semester IV jurusan hubungan internasional, mengaku memang menyukai dunia diplomatik. Dia pun bercita-cita menjadi diplomat.
"Saya sekarang ini ingin sekali menjadi diplomat, menjalin kerja sama dengan banyak negara cukup membuat saya tertarik," kata lelaki kelahiran 20 November 1997 ini.
Ima Abdul Rahim, selaku Direktur Eksekutif Habibie Center, mengungkapkan terpilihnya Datu merupakan hal yang tepat. Dalam penilaiannya, Datu merupakan sosok yang bergaul sehingga bisa membantu dia menjalankan tugas sebagai duta besar.
"Saya rasa Datu memiliki sifat yang mudah bergaul, bahkan tadi dia bisa menyampaikan pertanyaan yang tepat kepada kami," kata Ima di tempat yang sama.
Senada dengan Ima, Casper Klynge, selaku Duta Besar Denmark untuk Indonesia, menyampaikan Datu merupakan calon diplomat di masa mendatang.
"Kami telah bertemu banyak orang di pemerintahan, di kantor-kantor, dan bisa kita lihat sekarang calon diplomat masa depan duduk di sini. Jadi, bagi kami, berdiskusi dengan mahasiswa sangatlah penting karena kita bisa tahu apa yang dipikirkan anak muda Indonesia saat ini, tentang politik, urusan luar negeri, dan dalam negeri," kata Klynge. (erd/erd)












































Foto: Lukita Wardani/detikcom