Artidjo dkk Menyamar, Ombudsman: Sidak Munculkan Budaya Waswas

Artidjo dkk Menyamar, Ombudsman: Sidak Munculkan Budaya Waswas

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 31 Jan 2017 09:17 WIB
Artidjo dkk Menyamar, Ombudsman: Sidak Munculkan Budaya Waswas
Artdijo dkk menyamar untuk melakukan sidak di berbagai pengadilan. (ist.)
Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Ketua Muda MA Artidjo Alkostar, dan kawan-kawan menyamar untuk melakukan sidak di berbagai pengadilan. Penyamaran itu dinilai sebagai langkah strategis dan diharapkan memunculkan budaya waswas dari pelayan publik.

"Sidak, apalagi dengan cara menyamar, tentu strategis sekali. Justru selama ini sering kali inspeksi itu bersifat seremonial," kata Ketua Ombudsman Prof Amzulian Rifai saat dihubungi detikcom, Selasa (31/1/2017).

Sidak itu dilakukan pada Kamis (26/1) lalu. Dalam sidak itu, Ketua Muda MA Bidang Agama/Ketua Kamar Agama Prof Dr Abdul Manan menyamar dengan memakai topi cokelat. Sedangkan Artidjo memakai kopiah putih, sorban, sarung, dan sandal jepit.
Artidjo Dkk Menyamar, Ombudsman: Sidak Munculkan Budaya Was-wasAmzulain Rifai (Andi Saputra/detikcom)

"Saya apresiasi apa yang dilakukan petinggi MA beberapa waktu lalu, sidak dengan cara menyamar, tentu saja dengan catatan asal penyamaran itu sendiri tidak bocor," tutur Amzulian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sidak dengan menyamar bisa memahami apa yang terjadi sesungguhnya dengan pelayanan publik di semua pengadilan. Hal itu sangat membantu dalam merumuskan kebijakan.

"Diharapkan sidak dengan cara menyamar ini memunculkan budaya waswas dari para pelayan publik bahwa mereka merasa diawasi terus walaupun tersembunyi. Diharapkan pada gilirannya tercipta kultur melayani," pungkas Amzulian.

Adapun Ketua MA Hatta Ali memakai kemeja putih lengan panjang. Untuk semakin mengelabui bawahannya, Hatta Ali memakai brewok palsu serta bertopi. Sehari-hari, Hatta Ali tidak berjenggot dan hanya memiliki kumis tipis. (asp/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads