Sidang ke-8 Ahok, 4 Orang Saksi Termasuk Ketum MUI akan Diperiksa

Sidang ke-8 Ahok, 4 Orang Saksi Termasuk Ketum MUI akan Diperiksa

Bartanius Dony - detikNews
Selasa, 31 Jan 2017 05:39 WIB
Sidang ke-8 Ahok, 4 Orang Saksi Termasuk Ketum MUI akan Diperiksa
Ahok di persidangan dengan latar belakang tim pengacaranya (Resa Esnir/Pool)
Jakarta - Sidang perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali digelar pagi ini. Ada empat saksi yang akan dihadirkan, termasuk Ketum MUI Ma'ruf Amin.

Gelaran sidang kembali dilaksanakan di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan. Sidang hari ini merupakan sidang ke-8 dan masih menghadirkan saksi-saksi.

Ada empat saksi yang akan dihadirkan, yaitu Ma'ruf Amin, Zainuddin, Sahfudin alias Beni, dan Dahlia. Nama pertama merupakan Ketua MUI, lalu dua orang berikutnya adalah nelayan Kepulauan Seribu, dan nama terakhir adalah anggota KPUD DKI Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelihatannya (Ma'ruf Amin) itu yang pertama akan didengarkan," ujar salah satu pengacara Ahok, Humphrey R Djemat, ketika dihubungi detikcom, Senin (30/1/2017) malam.

Kemudian, Humphrey menyebut dua saksi lainnya, yaitu Jaenudin alias Panel bin Adim dan Sahbudin, adalah nelayan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Keduanya hadir ketika Ahok berpidato tentang program-program dan menyinggung soal Surat Al-Maidah ayat 51.

"Ya, mereka hadir saat pidato Ahok," kata Humphrey.

Selain itu, ada saksi lainnya yang sudah pernah dipanggil tetapi tidak hadir, yaitu Ibnu Baskoro. Dia merupakan saksi pihak pelapor. Namun Humphrey belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan akan hadir atau tidak.

Sementara itu, pihak kepolisian akan menyiapkan tiga ring pengamanan selama sidang berlangsung. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kawasan ring 1, yang merupakan lokasi sidang, akan disterilkan dari massa yang pro ataupun kontra.

Sedangkan keamanan untuk ring 2 berada di halaman Kementan. Lalu untuk ring 3, pihak kepolisian akan menutup Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan. Selain itu, pengamanan dilakukan untuk menghindari bentrok antara kubu pro dan kontra. (brt/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini