Posisi Muhaimin di PKB Jateng Kuat
Kamis, 14 Apr 2005 10:19 WIB
Semarang - Meski PKB Jateng ingin netral di kancah perebutan posisi Ketum, dukungan bagi Muhaimin menguat menjelang Muktamar II PKB 16-18 April mendatang di Semarang.Sejumlah DPC menilai sebagai mantan Ketum PB PMII, Muhaimin adalah figur yang bersih, memiliki jaringan yang luas dengan para aktivis pro demokrasi. Wakil Ketua DPR RI ini juga dikenal dekat dengan Gus Dur, dan sangat ketat memegang prinsip etika politik.Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang Lukman Jambi menyatakan dukungan bagi Muhaimin terus menguat. Arus bawah banyak yang mendambakan sosok Muhaimin Iskandar. Namun hal itu tidak pernah disampaikan kepada publik karena Jateng menjadi tuan rumah."Kami telah 7 kali berkonsolidasi dengan sejumlah DPC di Jawa Tengah. Paling sedikit ada 17 DPC yang mendukung. Kami sepakat untuk meperjuangkan Muhaimin Iskandar dan Gus Dur," katanya ketika ditemui detikcom di kantornya, Jl HOS Cokroaminoto, Ungaran, Kab Semarang, Kamis (14/5/2005).Sayangnya, suara arus bawah ini, sering tak terdengar. Karena itu, kata Lukman, dukungan mereka hanya sebatas bisik-bisik di tingkat DPC. Tapi hal itu tidak masalah, karena pembuktiannya ada dalam arena muktamar.Hal senada juga disampaikan Ketua DPC PKB Salatiga Mohamad Haris. Menurutnya, jika Muhaimin terpilih, maka partai akan mempunyai independensi lebih. Pasalnya, dia tidak masuk dalam jabatan eksekutif."Dia tidak secara langsung berada di jabatan eksekutif yang cenderung membela pemerintah. Ini akan sejalan dengan prinsip partai untuk menjaga jarak dengan penguasa," katanya ketika dihubungi detikcom melalui ponselnya.Sementara Saifullah Yusuf, yang kini menjabat sebagai Menteri Percepatan Daerah Tertinggal di kabinet SBY dan juga menjadi Ketum GP Ansor, dinilai akan sulit mendapat dukungan di Jateng."Pertimbangan rangkap jabatan itu penting. Susah dibayangkan bagaimana PKB jadinya kalau ia memegang dua posisi selain sebagai Ketum PKB," tandasnya.Dukungan bagi Saifullah Yusuf belum terlihat di Jateng. Tampaknya, tim suksesnya lebih memilih bergerak di bawah. Kemungkinan besar, ia akan mendapat dukungan dari DPC yang pengurusnya berasal dari GP Ansor.
(nrl/)











































