Kadis Sosial Pemprov Riau Syarifuddin dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (30/1/2017), menjelaskan pihaknya sudah mengevaluasi 29 orang penghuni panti jompo. Dari jumlah itu, 19 orang mengalami gangguan jiwa, sedangkan 10 orang berusia lanjut.
"Dari sidak yang kita lakukan di dua panti tersebut, akhirnya terungkap para lansia diduga kuat disuruh pihak pengelola yayasan dijadikan pengemis," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, katanya, para lansia ini mengalami depresi berat. Kendati mereka disuruh mengemis, mereka jarang diberi makan, termasuk yang mengalami gangguan jiwa.
"Tempat tinggal mereka juga seperti dalam penjara. Mereka dikurung, dan di ruangan itu mereka jadikan WC juga. Sehingga kondisinya sangat memprihatinkan," kata Syarifuddin.
Masih menurut Syarifuddin, pihaknya berharap kepolisian melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap yayasan ini.
"Pihak yayasan jelas-jelas sudah mengeksploitasi para lansia yang ada di sana. Ini jelas pelanggaran. Kami berharap kepolisian mengembangkan penyelidikannya terhadap yayasan tersebut," kata Syarifuddin.
Kasus ini terungkap atas kematian M Zikli, bayi berusia 18 bulan pada 15 Januari 2017. Bayi yang dititipkan di panti tersebut meninggal dalam kondisi tak wajar. Ada bekas sundutan rokok di perutnya, mengalami demam tinggi, dan bibirnya pecah-pecah.
Dari sana, paman korban melaporkan hal itu ke Polresta Pekanbaru, setelah empat hari Zikli meninggal. Belakangan, Polresta Pekanbaru menggali makam korban untuk dilakukan autopsi. (cha/rvk)











































