Gempa Menurun, Gunung Tangkuban Perahu Letupkan Gas
Kamis, 14 Apr 2005 10:05 WIB
Jakarta -
Frekwensi gempa di Gunung Tangkuban Perahu, Lembang, Kabupaten Bandung mulai menurun. Gunung juga sudah mengeluarkan letupan-letupan gas. Beruntung, keluarnya gas hanya sedikit demi sedikit, sehingga tidak menimbulkan ledakan. Keluarnya gas sedikit demi sedikit ini terjadi mulai pukul 00.37 WIB, Kamis (14/4/2005). "Sampai saat ini, letupan-letupan gas masih saja terjadi secara sporadis," kata Kasubdit Pengawasan Gunung Api Wilayah Timur Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Syamsul Rizal saat dihubungi detikcom pukul 09.48 WIB, Kamis (14/4/2005). Saat dihubungi Syamsu Rizal sedang berada di Pos I Pengamatan Gunung Api. Pos ini berada sekitar 4 km dari kawah gunung dan 200 meter dari gardu penjagaan menuju kawah. Di pos I, para petugas terus mengamati dan merekam aktivitas gunung tersebut. Menurut Syamsul, meski gempa sudah memperlihatkan tren yang menurun, tapi gunung Tangkuban Perahu masih tetap dinyatakan berstatus 'Siaga'. "Tapi, dengan masih ada gas yang keluar dari kawah, bisa jadi nanti ada gas yang secara tiba-tiba keluar dari perut gunung dengan jumlah besar sehingga menimbulkan ledakan. Kita ingin mengantisipasi hal itu," ungkapnya. Gunung Tangkuban Perahu dinyatakan berstatus Siaga pada Rabu (13/4/2005) setelah terjadi gempa berkekuatan 2 SR (Skala Richter) sekitar 100 kali. Gempa-gempa vulkanik ini menimbulkan gas yang mendesak ke atas dari perut gunung. "Nah, akumulasi gas-gas yang ada di bawah kawah inilah yang saat ini keluar. Tekanan-tekanan yang membuat gas itu keluar itu terjadi mulai pukul 00.37 WIB dan terjadi gempa-gempa hembusan. Gas juga keluar sedikit demi sedikit dan menimbulkan letupan-letupan kecil. Kita berharap gas ini keluarnya terus sedikit demi sedikit sampai habis," kata dia. Keluarnya gas-gas ini memang diiringi dengan keluarnya asap. Namun, gas-gas yang keluar tidak sampai menyembur ke tempat yang jauh. Terhadap aktivitas gunung Tangkuban Perahu ini, kata Syamsul, tempat wisata gunung ini masih ditutup untuk umum.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































