"Sebenarnya semua (pemilih) signifikan, anak muda ini kenapa kita targetnya di akhir, karena kelompok anak muda ini yang paling banyak memutuskan di masa akhir," ujar Anies di Restoran Waroeng Sunda, Jalan Panjang Raya No. 57, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/1/2017).
Ditargetkannya pemilih muda pada masa akhir kampanye karena mereka masuk kategori pemilih yang selalu berubah dalam melihat cagub yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin minggu ini cenderung ke kiri, minggu depan cenderung ke kanan. Nah anak-anak muda kecendrungannya swing voter. Karena itu, kita menargetkan di akhir sehingga, setelah dapat, kalau swing lagi sudah tanggal 15," sambungnya.
Anies mengakui pemilih muda di Jakarta merupakan kaum yang peka terhadap media digital. Untuk itu, pihaknya gencar melakukan kampanye di media sosial pada masa akhir kampanye.
"Di Jakarta ini kelompok mudanya cukup besar, cukup melek digital, karena itu pendekatan ini ya pendekatan digital," sebutnya.
Jika pemilih muda ditargetkan pada awal kampanye, Anies berpendapat pemilih tersebut akan mudah berubah setelah ditinggal.
"Karena kita, kalau menyusuri swing voter maka itu bergerak. Jadi, kalau Anda menyusuri bulan November bisa berubah, justru karena itulah ditargetnya di bulan Januari, sehingga ini terkait langsung ke pemilih," pungkasnya. (nvl/erd)










































