Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama (Lesbumi) PBNU Agus Sunyoto mengatakan wayang sudah digunakan sebagai media penyebaran agama Islam ketika sebagian besar masyarakat zaman dulu buta huruf. Tradisi itu diteruskan hingga kini.
"Wayang itu mempengaruhi keanekaragaman Islam. Dulu mengenalkan Islam itu lewat wayang, sehingga masyarakat kenal tokoh-tokoh," kata Agus dalam diskusi yang diadakan di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun dijajah Belanda, kita tetap bertahan, tidak menjadi kebelanda-belandaan," ungkapnya.
Diskusi ini juga dihadiri oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid serta penulis Seno Gumira Ajidarma dan produser Tino Saroengallo. Dalam pemaparannya, Hilmar mengatakan saat ini banyak orang berpotensi membuat film. Namun siklus itu baru lengkap jika filmnya ditonton.
Hilmar menuturkan kebijakan soal film saat ini banyak turunannya. Para pembuat film diminta tak perlu kebijakan untuk berkarya.
"Kalau mau menunggu kebijakan selesai, pasti terlambat, untuk mulai fokus pada isu tertentu," ucap Hilmar. (imk/erd)











































