Tentang Gunung Padang, Situs Prasejarah yang Disambangi Kapolda Jabar

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Senin, 30 Jan 2017 15:14 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Foto Kapolda Jawa Barat Irjen (Pol) Anton Charliyan di Gunung Padang, Cianjur, ramai dibicarakan di media sosial. Anton terlihat berpose seolah menyembah batu. Ada apakah di Gunung Padang sehingga seolah yang datang sering dikaitkan dengan hal-hal klenik?

Gunung Padang terletak di perbukitan perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur. Dengan area seluas 3 hektare, situs ini tercatat sebagai kompleks punden berundak di Asia Tenggara. Selain itu, situs ini dikelilingi lembah yang cukup dalam, sehingga disebut-sebut mirip piramida di Mesir.

Oleh warga setempat, situs Gunung Padang awalnya dikeramatkan dan dianggap sebagai tempat Prabu Siliwangi membangun istana. Namun belakangan, keyakinan itu berubah. Sebab, berdasarkan penelitian, situs tersebut merupakan
peninggalan kebudayaan megalitikum.

Tentang Gunung Padang, Situs Prasejarah yang Disambangi Kapolda JabarFoto: (Kurnia/detikTravel)

Keberadaan situs Gunung Padang pertama kali dimuat dalam laporan 'Buletin Dinas Kepurbakalaan' pada 1914. Kemudian disinggung sejarawan Belanda, NJ Krom, puluhan tahun kemudian. Dan pada pada 1979, warga setempat mulai menaruh perhatian.

Terungkap bahwa ada banyak hal penting di Gunung Padang. Mulai 'alat musik' dari batu hingga teras siring sebagai tanda teknologi maju.

Meski diteliti dari beragam sisi dan oleh berbagai kalangan, Gunung Padang masih menjadi misteri. Misalnya terkait dengan usia. Konon, situs tersebut lebih tua dibanding piramida di Mesir, yang ada sejak 2.500 SM. Kemudian juga soal ruang di 'perut' Gunung Padang yang disebut-sebut buatan tangan manusia.

Tentang Gunung Padang, Situs Prasejarah yang Disambangi Kapolda JabarFoto: detikfoto

Kembali ke soal ramai-ramai foto Irjen Anton Charliyan di media sosial. Di foto itu terlihat Anton tengah menangkupkan tangan di dada sambil menghadap batu di Gunung Padang. Muncul banyak persepsi. Benarkah dia menyembah batu?

Anton membantah menyembah sesuatu. "Baru kemarin saya ke Gunung Padang sudah dikatakan kafir. Padahal yang bisa ngafirkeun (mengkafirkan) manusia hanya Allah," kata Anton soal foto itu, Senin (30/1/2017).

"Urang (orang) Sunda mah biasa mengucapkan salam dengan menaruh tangan di dada. Budaya seperti ini jangan sampai dilupakan," tambah Anton tanpa menjelaskan detail alasan berkunjung ke Gunung Padang dan kapan hal itu dilakukannya.

Anton enggan menjelaskan lebih rinci soal kunjungan ke Gunung Padang itu. Dia fokus pada masalah penanganan kasus ormas dan silaturahmi dengan anggota Padepokan Pajajaran di Kampung Adawarna, Sirnajaya, Kecamatan Sukaraja, Tasikmalaya, hari ini. (try/van)