"Saat sidak, kami tidak menyadari," ujar Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) Nawawi Pamolango kepada detikcom, Senin (30/1/2017).
Sidak itu digelar pada Kamis (26/1) lalu. Karyawan PN Jaktim baru menyadari ketika didatangi oleh Ketua MA Bidang Pembinaan/ Ketua Kamar Pembinaan Prof Takdir Rahmadi dan Inspektur Wilayah Bawas MA Asnawati, sehari setelahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nawawi memberikan apresiasi atas sidak yang dilakukan oleh petinggi MA itu. Nawawi hampir setiap hari selalu mengingatkan jajaran di bawahnya bahwa pimpinan MA kerap menyamar untuk sidak.
"Saya sudah jauh-jauh hari mengingatkan kemungkinan sidak seperti itu kepada seluruh hakim dan staf," ucap Nawawi.
Diberitakan sebelumnya, dalam foto yang beredar terbatas tersebut, tampak para hakim agung menyamar dan nyaris tidak bisa dikenali sebagai pejabat tinggi negara. Penyamaran ini dilakukan agar tidak dikenali oleh bawahannya saat melakukan sidak.
Tampak dalam foto yang berdiri paling ujung kiri memakai topi cokelat adalah Ketua Muda MA Bidang Agama/Ketua Kamar Agama Prof Dr Abdul Manan. Sedangkan yang memakai kopiah putih, sorban, sarung, dan sandal jepit adalah Ketua Muda MA Bidang Pidana/Ketua Kamar Pidana Artidjo Alkostar.
Adapun yang memakai kemeja putih lengan panjang adalah Ketua MA Prof Dr Hatta Ali. Untuk semakin mengelabui bawahannya, Hatta Ali memakai brewok palsu serta bertopi. Sehari-hari, Hatta Ali tidak berjenggot dan hanya memiliki kumis tipis.
"Saat itu ditemukan (pelanggaran) dan langsung ditindaklanjuti oleh Bawas untuk diberi sanksi. Kegiatan ini akan dilakukan terus-menerus oleh Satgas Bawas bersama pimpinan," kata Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Dr Ridwan Mansyur. (edo/asp)











































