"Ya cukup baiklah. Temanya berkena dan kita mempersiapkan diri cukup baik," kata Rano usai debat kedua di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta Selatan Minggu (29/1/2017).
Dalam debat kedua pasangan calon terlihat panas dan saling serang pendapat. Tak jarang salah satu calon menyerang secara personal.
"Personal. Itu enggak bisa dilepaskan ya. Karena yang namanya paslon kan personal. Tapi saya pikir masih dalam taraf yang relatif," ucap Rano.
Rano menuturkan bahwa debat Pilgub Banten ini menjadi momen sosialisasi terbuka kepada masyarakat Banten. Dia mengklaim usia debat pertama kemarin elektabilitasnya naik.
"Oh iya semakin meningkat. Artinya masyarakat semakin tahu. Nah, momen debat ini, momen televisi, inilah momen menyampaikan rencana kita. Nah itu mudah-mudahan tersampaikan kepada masyarakat provinsi Banten," tutur calon gubernur petahana ini.
Meski demikian, pasangan dari cawagub Banten Embay Mulya Syarif ini mengatakan akan terus melakukan sosialisasi program. Ia ingin masa kampanye menjadi momen beradu gagasan setiap pasangan calon.
"Ya tentu berdasarkan survei semua mengklaim unggul, tapi kami memang unggul. Tapi bukan berarti kami leha-leha, waktu kami tinggal 10 hari lagi. Artinya tanggal 11 Februari sudah masa tenang. Bersyukur semua bergerak, relawan bergerak, media juga mensosialisasikan. Saya ingin pilkada ini berjalan dengan damai, itu saja," pungkas calon yang didukung PDIP, PPP dan Nasdem ini. (azf/idh)











































