Ahok datang sekitar pukul 11.00 WIB dengan mengenakan batik berwarna coklat. Salawat pun dialunkan menyambut kehadiran Ahok. Saat datang, Ahok langsung disambut oleh Waketum PPP Humprey Djemat dan politisi Golkar yang juga Sekretaris timses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily.
Ahok hadiri pembekalan perempuan PPP / Foto: Bisma Alief/detikcom |
Sebelum Ahok tiba, Ace memberikan sambutannya mewakili timses Ahok-Djarot. Dalam sambutannya, Ace mengatakan bahwa memilih pemimpin Jakarta bukan seperti percaya pada pilot pesawat. Karenanya, memilih pemimpin Jakarta harus sesuai dengan kompetensi untuk bisa membawa Jakarta lebih baik.
"Memilih pemimpin di DKI ini seperti naik pesawat. Siapa yang mampu membawa ke tujuan maka dia lah yang kita percayakan pada yang bersangkutan. Seorang yang kita percaya bawa pesawat pasti jelas kompetensinya," kata Ace di lokasi acara di depan massa yang hadir, Minggu (29/1/2017).
Lebih lanjut, Ace meminta kepada para perempuan yang datang untuk mulai membicarakan prestasi Ahok-Djarot saat ngerumpi. Ace menganggap apa yang akan dilakukan oleh para perempuan untuk memenangkan Ahok-Djarot sebagai jihad politik.
Ahok hadiri pembekalan perempuan PPP / Foto: Bisma Alief/detikcom |
"Ini yang perlu disampaikan saat ngerumpi. Jadi ngerumpinya bukan artis saja, sekarang yang dirumpiin Ahok-Djarot dengan bukti-bukti konkret bukan fitnah. Semoga ini jadi jihad politik kita dalam menegakan keadilan," ujar Ace.
"Ahok selalu katakan tugas pemimpin mengadmistrasikan keadilan sosial. APBD DKI ini besar, tapi bukan untuk dibagikan cash seenaknya tapi harus dibagikan untuk menciptakan keadilan sosial untuk warga Jakarta," pungkasnya. (bis/imk)












































Ahok hadiri pembekalan perempuan PPP / Foto: Bisma Alief/detikcom
Ahok hadiri pembekalan perempuan PPP / Foto: Bisma Alief/detikcom