Djarot kampanye di Bintaro. (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom) |
"Biasanya kan begini, terima uangnya, jangan pilih orangnya. Saya bilang tidak. Terima uangnya, kemudian telusuri siapa dalangnya, siapa sutradaranya, siapa cukongnya, laporkan. Kalau yang bisa seperti ini, kami tadi janji 1 sapi, 1 kambing untuk diadakan pesta di sini," ujar Djarot saat blusukan di Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017).
Menurut Djarot, hadiah ini sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang dianggap telah menyelamatkan Jakarta dari politik uang. Sebab, kata Djarot, menjelang hari pemilihan, banyak sekali adanya praktik politik uang. "Karena dia sudah menyelamatkan warga DKI untuk melawan politik uang," ujar Djarot.
Ia juga menambahkan sasaran yang dituju dari money politics ini biasanya adalah ibu-ibu. Oleh karena itu, Djarot mengajak seluruh warga, khususnya ibu-ibu, untuk melawan money politics ini. "Makanya kami buat Satgas Anti-Money Politics. Selain Satgas Cakrabuana, yang paling efektif itu ibu-ibu karena sasarannya pasti ibu-ibu," ungkap Djarot.
Jenguk Warga yang Sakit
Dalam kunjungan ini, Djarot memanfaatkannya untuk menengok warga yang sedang sakit.
"Sudah berapa tahun seperti ini? Semangat ya, yang penting semangat, sabar ya, Pak," kata Djarot.
"Dua tahun, Pak. Iya makasih, doanya ya, Pak," jawab Sumarno.
Warga yang sakit stroke itu mengeluhkan tentang akses berobat ke rumah sakit. Djarot menjelaskan sekarang masyarakat bisa memanggil dokternya ke rumah. "Dokter bisa dipanggil sekarang, Pak," ucap Djarot.
Dia juga menjenguk seorang perempuan yang sudah tua. "Semangat dan yang sabar ya," kata Djarot.
Selama blusukan ini, warga sekitar tampak antusias melihat kedatangan Djarot. Setiap warga rela berdesak-desakan untuk bersalaman dan berfoto dengan Djarot. (aan/hri)












































Djarot kampanye di Bintaro. (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)