"Itu menarik. Saya pikir sah-sah saja dalam sebuah taktik debat. Tentu saya jawab dan respons proporsional saja. Termasuk tanggapan terhadap isu yang ditanyakan tersebut," kata Agus kepada wartawan di Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017).
Baca Juga: Agus ke Anies: Taktik Baik, Tanya Kami untuk Serang Nomor 2
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tema pada debat putaran kedua tersebut adalah reformasi birokrasi. Terkait masalah tersebut, Agus menegaskan dirinya akan berkomitmen penuh untuk membangun birokrasi Pemprov DKI yang akuntabel dan kapabel.
"Seluruh birokrat miliki kompetensi yang baik, sesuai standar yang dibutuhkan untuk menduduki jabatan tertentu, dan tentunya dibangun semangat kebersamaan, keterlibatan seluruhnya dan menghargai. Bagi saya, memimpin birokrasi adalah memimpin manusia lengkap dengan hati dan pikirannya. Itulah yang harus kita bangun," katanya.
"Kalau ada kurang dan kesalahan, tentunya bisa kita ingatkan dan berikan pendidikan melalui kursus-kursus, dan tentunya kita memiliki ketegasan. Ada UU yang mengatur dan tidak boleh ditabrak. Inilah semangat membangun good governance," tambahnya.
Agus juga menegaskan, birokrasi Pemprov DKI juga harus tanggap dalam setiap persoalan. Terutama dalam menerima keluhan dari masyarakat.
"Birokrasi kita harus responsif. Sebisa memang tanggapi keluhan warga. Ini pentingnya melibatkan warga dalam pembangunan. Ini penting untuk mendengar keluhan yang ada di masyarakat selama ini. Di situ kita bisa beri respons yang proporsional," katanya.
(jor/fjp)










































