PM Libanon Mengundurkan Diri

PM Libanon Mengundurkan Diri

- detikNews
Kamis, 14 Apr 2005 06:46 WIB
Jakarta - Perdana Menteri Libanon Omar Karami mengundurkan diri. Dia gagal membentuk pemerintah baru untuk menuju pemilihan umum yang dijadwalkan Mei 2005."Kami sekali lagi mencapai jalan buntu. Itulah sebabnya saya mengundang Anda hari ini untuk menyampaikan pengunduran diri saya," katanya kepada wartawan di Beirut seperti dilaporkan Reuters, Kamis (14/4/2005).Pengunduran diri tokoh pro-Suriah itu membuat pemilihan umum terancam tidak tepat waktu. Hal ini juga memperdalam krisis politik yang dipicu oleh pembunuhan terhadap mantan PM Libanon Rafiq al-Hariri pada Februari 2005.Namun menurut Karami, masih ada cukup waktu untuk mengadakan pemilihan sebelum masa jabatan parlemen sekarang ini akan berakhir pada 31 Mei 2005. Konstitusi meminta pemerintah untuk menyerukan pemilihan sedikitnya satu bulan sebelum pemilihan.Karami tercatat sudah mundur dua kali dalam enam minggu. Dia mengaku terbentur dinding dalam upayanya membentuk kabinet, di mana tugas utamanya adalah mengawasi pemilihan umum. AS dan PBB telah menekankan agar pemilihan umum berlangsung tepat waktu.Karami pertama kali mundur pada 28 Februari 2005 di tengah-tengah hujan protes rakyat Libanon atas pembunuhan Hariri. Banyak warga Libanon yang mempersalahkan Suriah atas pembunuhan tersebut. Akibat mundurnya Karami, Libanon pun tanpa pemerintah.Karami ditunjuk kembali oleh parlemen beberapa hari kemudian untuk membentuk kabinet baru. Tapi pada 13 April 2005, dia kembali memutuskan untuk mundur setelah berkali-kali gagal meyakinkan anggota oposisi anti-Suriah dan sekutu pro-Suriah untuk bergabung.Oposisi anti-Suriah Libanon menuduh Karami menangguhkan pembentukan pemerintah baru untuk menunda pemilihan umum, di mana mereka mengharapkan akan memenangkan mayoritas di parlemen yang sekarang didominasi oleh sekutu Damaskus. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads