Istigasah digelar di kediaman Wahidin di Gang Haji Jiran, Pinang, Kota Tangerang, Banten, Jumat (27/1/2016). Para jemaah yang datang menghadiri Istigasah ini berasal dari berbagai wilayah Tangerang.
Foto: Istigasah dan silaturahmi cagub Banten Wahidin Halim (Ahmad Ziaul Fitrahuddin/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya jadi pemimpin harus bisa menyenangkan masyarakat, harus bisa membela masyarakat, harus bisa melihat masyarakatnya tersenyum," ucapnya.
Pasangan dari cawagub Banten Andika Hazrumy itu juga menuturkan keinginannya maju menjadi gubernur didasari pengalamannya. Kemudian, dia menceritakan pesan ayahnya ketika Wahidin menjadi Kepala Desa Pinang pada tahun 60-an.
"Pengalaman saya dari masyarakat kecil, saya melayani masyarakat. Di masa muda, saya maju kepala desa. Alhamdulillah diqobul oleh rakyat. Saya melayani masyarakat. Pesan bapak saya, 'Bukan kekayaan yang kamu cari tapi kamu harus bermanfaat bagi yang lain'," tutur Wahidin.
Bisa menggelar istigasah, Wahidin mengaku bangga kediamannya menjadi tempat berkumpul ulama. Menurut Wahidin, kedatangan ulama dari wilayah Tangerang ini sebagai dukungan moral untuk maju di Pilgub Banten 2017 ini.
"Saya merasa terharu, ada rasa bangga juga. Ulama dari berbagai tempat jauh mau datang ke sini. Ini bentuk tali silaturahim yang kita bentuk. Ini bentuk sebagai niat yang sudah bulat. Bentuk dukungan yang luar biasa bagi saya. Makanya saya bertekad dengan ikhlas hati mewakafkan diri saya untuk kemaslahatan Banten," pungkas Wahidin kepada jemaah.
(azf/dnu)











































Foto: Istigasah dan silaturahmi cagub Banten Wahidin Halim (Ahmad Ziaul Fitrahuddin/detikcom)